YouVersion Logo
Search Icon

Membangun Hubungan yang SehatSample

Membangun Hubungan yang Sehat

DAY 4 OF 5

Membangun Pertemanan yang Ilahi

“Tunjukkan teman-temanmu, aku akan menunjukkan masa depanmu.”

Kita terkadang tidak menyadari bahwa teman-teman di sekeliling kita akan sangat memengaruhi kehidupan kita. Di dalam pertemanan terjadi pertukaran nilai. Bila kita ingin memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan dan sehat dengan sesama, kita perlu memiliki teman-teman yang mendorong kita ke arah sana juga. Bina persahabatan yang melindungi hati dan iman kita.

Di dalam 1 Samuel 18:3-4, kita dapat melihat awal mula dari persahabatan antara Yonatan dan Daud yang begitu indah. Yonatan merupakan anak raja Saul, yang di kemudian hari diharapkan akan menjadi raja. Daud baru saja mengalahkan Goliat, sebuah kemenangan yang menjadikannya populer dan membuat Saul membawanya ke istananya untuk tinggal di sana.

Namun ketika Yonatan bertemu dengan Daud, ia mengasihi Daud seperti dirinya sendiri, mengikat janji dengannya, bahkan menanggalkan jubah yang dipakainya, baju perangnya, pedang, panah, dan ikat pinggangnya kemudian memberikannya kepada Daud. Sebuah sikap yang luar biasa untuk seorang calon raja memperlakukan teman barunya. Kasih di antara Yonatan dan Daud melebihi takhta kerajaan Israel. Di kemudian hari, kita dapat membaca Yonatan juga melindungi dan menyelamatkan Daud dari raja Saul yang berusaha membunuhnya karena iri hati.

Mungkin Anda bertanya, di mana dan bagaimana dapat memiliki teman seperti Yonatan? Mulailah dengan menjadi teman yang sedemikian rupa terlebih dahulu. Apa yang Anda inginkan dalam seorang teman, jadilah seperti itu terlebih dahulu. Pilihlah orang yang memiliki kesamaan nilai kehidupan dengan Anda dan jadilah teman yang baik untuknya. Apabila bersambut, maka selamat! Anda baru saja menambah pertemanan ilahi dalam kehidupan Anda.

Bila tidak bersambut, Anda dapat mencari orang lain. Dalam pertemanan dibutuhkan kedua belah pihak untuk sama-sama mau meluangkan waktu, berbagi kehidupan, dan saling membangun iman kepada Kristus. Yonatan mengawali pertemanan dengan Daud dengan memberi. Sikap memberi membuka penghalang hubungan. Banyak orang di pertemanan dewasa mendekati orang lain karena ada maunya atau mau mengambil sesuatu dari orang tersebut. Pertemanan ilahi tidak dapat dibangun dengan sikap mengambil, melainkan dengan sikap memberi.

Amsal 17:17 berkata, “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” Teman yang ada di saat sulit adalah teman sejati. Bila Anda pikirkan, akan ada banyak orang mau menjadi teman Anda di saat senang. Tetapi sedikit yang tetap setia menemani Anda di saat duka. Bila Anda mau menjadi teman yang baik bagi orang lain, temanilah dia di saat dia sedang kesulitan. Persahabatan juga bukanlah sesuatu yang instan. Persahabatan dibangun seiring berjalannya waktu. Jadi bersabarlah, terus konsisten, dan bangun persahabatan yang saling membangun satu sama lain.

Dalam pertemanan ilahi juga tetap akan ada konflik yang membutuhkan pengampunan dan teguran yang perlu kita responi dengan bijak. Sikap Anda ketika mengalami kedua hal tersebut juga akan menentukan kelanjutan dari sebuah pertemanan.

Ketika Anda memilih untuk berteman dengan seseorang, sebenarnya Anda memberikannya akses ke dalam kehidupan Anda untuk menegur bila Anda melenceng atau melakukan kesalahan. Apakah Anda dapat berbesar hati ketika mendapat teguran tersebut? (Amsal 27:5-6).

Anda tidak harus menemukan semua kualitas pertemanan yang Anda dambakan dalam satu orang. Kita justru memerlukan beberapa jenis pertemanan. Bila Anda ingin didengarkan saja, Anda mencari si A yang pendengar yang baik. Bila Anda ingin nasihat yang sesuai firman Tuhan, Anda cari si B. BIla Anda ingin teman untuk melakukan hobi Anda, Anda mencari si C. Bila Anda ingin berdiskusi tentang bisnis dan keuangan, Anda cari si D. Mendambakan semua kualitas tersebut dalam satu orang saja menjadikannya tidak realistis dan Anda dapat dengan mudah kecewa pada akhirnya.

Mulailah mencari orang yang memiliki kesamaan nilai dan tujuan dengan Anda, kemudian jadilah teman yang baik bagi orang tersebut. Persahabatan yang ilahi itu ada dan perlu dirawat senantiasa agar terus bertumbuh.

Yesus adalah teman sejati Anda. – Yohanes 15:13

About this Plan

Membangun Hubungan yang Sehat

Di era yang mengedepankan kebebasan ekspresi individu, menavigasi hubungan menjadi penuh paradoks dan dapat menyebabkan kita kebingungan. Kita perlu belajar mengenali rancangan Tuhan terhadap hubungan, yang memiliki batasan-batasan sehat dan berakar kuat dalam kasih-Nya. Dengan nilai-nilai kerajaan Allah, kita dapat berbuah dalam setiap hubungan dan membangun support system yang kuat dan Alkitabiah.

More