YouVersion Logo
Search Icon

Membangun Hubungan yang SehatSample

Membangun Hubungan yang Sehat

DAY 2 OF 5

Membangun Hubungan Pribadi dengan Kristus

Hubungan yang aman dan sehat dengan sesama bermula dengan hubungan pribadi yang intim dengan Kristus. Semakin kita mengenal Kristus dan menerima kasih-Nya, semakin kita dapat memberikan kasih kepada orang-orang di sekeliling kita.

Yesus berkata, “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.”

Jika Anda rindu memiliki hubungan yang membangun di dalam hidup Anda, mulailah dengan membangun hubungan pribadi dengan Kristus terlebih dahulu. Lalu, bagaimana membangun keintiman dengan Tuhan?

1.Membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

Anda tidak dapat menonton film selama tiga jam sehari dan membaca Alkitab tiga menit saja lalu berharap Anda dapat bertumbuh secara spiritual. Tuhan menyatakan diri-Nya melalui Firman-Nya (Yoh. 1:1). Untuk dapat mengenal Tuhan: kasih-Nya, karakter-Nya, perbuatan-perbuatan ajaib-Nya, caranya tidak lain adalah dengan membaca dan merenungkan Firman-Nya.

Anda dapat mulai membaca bagian Alkitab yang sudah ditentukan di dalam renungan ini, kemudian dapat meningkatkan kapasitas membacanya seiring berjalan waktu. Biarkan mengenal Tuhan menjadi sebuah sukacita, jangan jadi beban di dalam hidup Anda.

Pemazmur berkata, “Berbahagialah orang yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan dan yang merenungkannya siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil,” (Mazmur 1:2-3). Setiap kali selesai membaca satu bagian Alkitab, Anda dapat menanyakan pertanyaan sebagai berikut: Apa yang bagian ini katakan tentang karakter Tuhan? Apa yang dapat saya terapkan ke dalam keseharian saya melalui bacaan ini?

2.Berdoa senantiasa.

Hubungan hanya dapat bertumbuh bila ada komunikasi. Doa adalah cara kita berkomunikasi dengan Tuhan. Dalam Mazmur 28, Daud memanggil Tuhan, menyampaikan keluh kesahnya, dan menyatakan iman kepada-Nya. Doa bukanlah berisi kata-kata indah semata, melainkan Tuhan rindu kita mengungkapkan isi hati kita dengan jujur seperti Daud.

Dengan doa, kita mengakui bahwa Allah Maha Kuasa dan berdaulat atas kehidupan kita, kita tidak bergantung dengan kekuatan sendiri, dan membuat kita semakin intim dengannya.

Berdoalah di mana saja dan kapan saja. Doa tidak perlu selalu panjang dan formal. Ketika Anda berkata, “Tuhan, masalah ini berat, namun aku berserah dan percaya Engkau akan memberikan jalan keluar,” Anda sudah berdoa. Jadikan doa sebagai gaya hidup Anda.

3.Taat kepada Firman-Nya.

Dalam 1 Samuel 15:22 (BIS) dikatakan, “Manakah yang lebih disukai Tuhan, ketaatan atau kurban persembahan? Taat kepada Tuhan lebih baik daripada mempersembahkan kurban. Patuh lebih baik daripada lemak domba.”

Ketika kita mengasihi seseorang, kita mau menyenangkan orang tersebut. Apa yang penting baginya menjadi penting juga bagi kita. Tuhan senang dengan ketaatan kita. Ketaatan merupakan wujud nyata kepercayaan kita kepada-Nya.

Sebaliknya, ketidaktaatan menjadi penghalang keintiman dengan Tuhan. Transformasi kehidupan selalu dimulai dari satu langkah ketaatan kecil. Firman apa yang Anda telah ketahui namun belum taati?

Oswald Chambers berkata bahwa hidup yang memiliki keintiman dengan Tuhan ditandai dengan sukacita. Sukacita tersebut yang dapat kita bawa ke dalam hubungan-hubungan lainnya yang kita bina. Keintiman dengan Tuhan menjadi sumber yang memampukan kita untuk mengasihi sesama.

Kembalilah kepada Sang Sumber dan mulailah membangun kebiasaan untuk tetap intim dengan Tuhan dengan membaca dan merenungkan Firman-Nya, berdoa senantiasa, dan taat kepada Firman-Nya.

Warga negara kerajaan Allah adalah identitasku. Pelayanan adalah tugasku. Keintiman dengan Tuhan adalah sumber kehidupanku.- Bill Johnson

About this Plan

Membangun Hubungan yang Sehat

Di era yang mengedepankan kebebasan ekspresi individu, menavigasi hubungan menjadi penuh paradoks dan dapat menyebabkan kita kebingungan. Kita perlu belajar mengenali rancangan Tuhan terhadap hubungan, yang memiliki batasan-batasan sehat dan berakar kuat dalam kasih-Nya. Dengan nilai-nilai kerajaan Allah, kita dapat berbuah dalam setiap hubungan dan membangun support system yang kuat dan Alkitabiah.

More