Membangun Hubungan yang SehatSample

Bertumbuh dalam Komunitas Orang Percaya
Kita diciptakan untuk sebuah komunitas. Terlepas dari jenis kepribadian Anda, baik ekstrover maupun introver, Anda diciptakan sebagai makhluk sosial yang memiliki kebutuhan untuk menjadi bagian dari suatu kelompok (to belong), untuk merasa diterima (to be accepted), untuk merasa kehadiran Anda berarti (to be seen), dan dihargai (to be heard).
Hanya dalam interaksi hubungan antar sesama manusia kita dapat mempraktikkan kasih Allah. Kabar baiknya adalah ketika Anda percaya Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi Anda, Anda adalah bagian dari keluarga kerajaan Allah (Efesus 2:19).
Anda sesungguhnya memiliki komunitas orang percaya di mana Anda dapat berkumpul, memuji Tuhan, belajar Firman, saling menguatkan, dan mendoakan satu sama lain.
Jemaat mula-mula yang terbentuk sejak Petrus memberitakan Injil di Yerusalem melakukan hal tersebut dan mereka semakin bertumbuh di dalam komunitas. Di dalam Kisah Para Rasul 2:42-47, mereka melakukan hal-hal berikut di dalam komunitasnya:
- Bertekun dalam pengajaran rasul-rasul (ayat 42)
- Bersekutu (ayat 42)
- Selalu berkumpul untuk memecah roti (ayat 42)
- Berdoa (ayat 42)
- Ada mukjizat dan tanda (ayat 43)
- Bersatu (ayat 44)
- Saling berbagi, kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama (ayat 44-45)
- Berkumpul setiap hari dalam Bait Allah secara rutin (ayat 46)
- Makan secara bergilir di rumah masing-masing (ayat 46)
- Berkumpul dengan gembira dan tulus hati (ayat 46)
- Memuji Allah (ayat 47)
Dampak dari komunitas jemaat mula-mula tersebut nyata di ayat 47: mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.
Jadi apakah perlu tertanam dalam komunitas orang percaya? Tentu saja. Namun komunitas yang dimaksud bukanlah sekadar kumpul-kumpul untuk bersenang-senang saja, melainkan ada tujuannya seperti yang dilakukan oleh jemaat mula-mula.
Komunitas orang percaya pun tidak seharusnya menjadi kelompok eksklusif yang membeda-bedakan latar belakang anggotanya. Rasul Yakobus mengingatkan agar tidak ada favoritisme di dalam komunitas orang percaya (Yakobus 2:1-4). Komunitas orang percaya bukanlah kelompok elit khusus kalangan atas, khusus jenis pekerjaan tertentu, atau sesuai jenis hobby tertentu. Komunitas ini hanya memiliki satu kesamaan yaitu sama-sama percaya kepada Yesus Kristus dan menjadi tempat untuk belajar bersatu terlepas dari segala perbedaan yang ada. Sebuah tempat untuk bertumbuh dalam iman bersama.
Kasih yang ditunjukkan di tengah perbedaan itulah yang menarik dan membedakan kita di tengah kelompok-kelompok lainnya. Kedermawanan, kasih, dan sukacita jemaat mula-mula, itulah yang membuatnya disukai banyak orang dan akhirnya menarik banyak orang tidak percaya untuk mau diselamatkan juga.
Anda dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia (Matius 5:13-16). Ada waktunya untuk berkumpul bersama orang percaya untuk saling bertumbuh dan menguatkan satu sama lain, namun juga ada waktunya Anda diutus ke tengah dunia untuk menjadi terang di tengah kegelapan. Seperti yang Yesus katakan, “Hendaklah terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu di sorga.”
Kita diciptakan untuk berkomunitas, dirancang untuk bersekutu, dan dibentuk untuk sebuah keluarga, dan tidak ada satu pun dari kita yang dapat mewujudkan tujuan Tuhan sendirian. – Rick Warren
About this Plan

Di era yang mengedepankan kebebasan ekspresi individu, menavigasi hubungan menjadi penuh paradoks dan dapat menyebabkan kita kebingungan. Kita perlu belajar mengenali rancangan Tuhan terhadap hubungan, yang memiliki batasan-batasan sehat dan berakar kuat dalam kasih-Nya. Dengan nilai-nilai kerajaan Allah, kita dapat berbuah dalam setiap hubungan dan membangun support system yang kuat dan Alkitabiah.
More
Related Plans

The Intentional Husband: 7 Days to Transform Your Marriage From the Inside Out

Wisdom for Work From Philippians

Blindsided

Journey Through Leviticus Part 2 & Numbers Part 1

Create: 3 Days of Faith Through Art

Hope Now: 27 Days to Peace, Healing, and Justice

The Revelation of Jesus

Unbroken Fellowship With the Father: A Study of Intimacy in John

Healthy Friendships
