Personal Trainer

Renungan

Penolong itu membimbing tapi tidak memaksa 


Negara yang dipimpin oleh seorang diktaktor merupakan negara dimana rakyatnya mengalami tekanan, dan paksaan yang luar biasa dari pemimpinnya. Seorang mantan warga negara yang memiliki pemimpin diktaktor, mengatakan bahwa sebelum dirinya berhasil kabur keluar negeri, dia melihat bahwa mereka mengikuti kebijakan tersebut tampak seperti hal yang tepat dan baik. Walaupun ketika dia belum keluar dari negara tersebut dia tidak mengetahui bahwa banyak informasi atau hal yang dipaksakan oleh pemimpin negara tersebut adalah hal yang buruk. Mereka tidak ada pilihan untuk melawan karena ada hukuman mati yang menanti. Bersyukur dia bisa keluar dan mendapatkan kewarganegaraan yang baru di negara yang demokratis, dan bersuara, agar dunia membantu rakyat negri asalnya yang masih menderita karena pimpinan seorang diktaktor. 


Hal ini berbeda dengan penebusan kita menjadi milik Kristus. Yes, Yesus menebus kita dari perbudakan dosa, tetapi kita tidak dijadikan budak-Nya. Alkitab mengajarkan kita dijadikan anak-Nya (Yoh 1:12), sahabat-Nya (Yoh 15:13-15), bahkan mempelai-Nya (Mat.9:15). Ini adalah suatu relasi yang luar biasa. Kita diberi kehendak untuk memilih dan melakukan apa yang kita mau. Tetapi tentu jika kita ingin membahagiakan seorang Bapa, Sahabat, atau Mempelai adalah kita mengikuti kehendakNya. Oleh karena itu, Tuhan mengirim Roh Kudus agar dapat memberi nasihat, apa yang Bapa suka, bagaimana menjadi sahabat yang baik, atau bagaimana membahagiakan pasangan kita sebagai seorang mempelai Kristus.