Personal Trainer

Hari ke 4 dari 7 • Bacaan hari ini

Renungan

Tuhan tidak membiarkan kita berjuang sendiri


Hal yang melegakan ketika kita tahu bahwa support itu didapatkan dari pusat. Jika anda menonton film yang menceritakan seorang prajurit di tengah medan pertempuran, bantuan dari markas adalah segalanya yang mereka perlukan. Tanpa bantuan dari markas, mungkin prajurit dapat kalah atau bahkan mati di medan perang. 


Hidup sebagai orang percaya, kita mengalami peperangan rohani setiap saat. Walaupun peperangan kita bukanlah peperangan bersenjata tetapi peperangan dalam roh. “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” (Efesus 6:10-12). 


Didalam perjuangan setiap kita melawan keinginan daging yang ada karena natur dosa yang kita miliki, membuat mustahil jika manusia dapat melakukan kehendak Tuhan. Setiap hari, tanpa sadar, sejak bangun tidur kita sudah berperang. Hal apa yang menjadi fokus utama kita bangun pagi, apa yang kita cari, lalu apa yang kita lakukan sepanjang hari. Adakah waktu untuk Tuhan, melakukan hal-hal yang tujuanNya memuliakan Tuhan, atau melakukan sesuatu untuk kesehatan rohani kita? 


Iman kepada Tuhan, dan Penolong yang diberikan, seakan seperti bantuan dari Surga yang didatangkan langsung, tinggal menguasai hati kita. Hati Nurani setiap orang percaya, apa yang dipikirkan, dan tindakannya akan ada pengaruh dari suara Roh Kudus. Pertanyaannya apakah kita memenangkan peperangan ini setiap hari dengan satu kata, “nurut” atau obey pada nasihatnya? Atau kita memilih kalah dengan melakukan apa yang menjadi kehendak tubuh, yang nyaman bagi daging?