Menggali harta karun dalam Surat Efesus

Devotional
Persiapan dan prakata:

Rencana baca ini akan memimpin Saudara untuk memahami lebih dalam tentang Surat Paulus kepada jemaat di Efesus. Kalau Saudara benar-benar ingin mendalami Surat Efesus ini, kami mendorong supaya setiap bagian yang ditentukan dibaca secara pelan-pelan, dan sebaiknya membaca dengan bersuara— bukan dalam hati saja.

Rencana baca ini dengan bahan renungannya disusun untuk menggunakan Alkitab TSI— yaitu Terjemahan Sederhana Indonesia dari Yayasan Alkitab BahasaKita (http://albata.info).

Latar belakang Surat Efesus:

Surat Efesus ini ditulis oleh Rasul Paulus kepada orang-orang Kristen di kota Efesus dan daerah sekitarnya. Dia menulis surat ini ketika berada dalam penjara— kemungkinan besar di Roma, yaitu sekitar tahun 60 M.

Pada waktu itu Efesus adalah ibukota provinsi Asia dan merupakan kota terbesar keempat di Kerajaan Romawi. Efesus dikenal sebagai pusat penyembahan dewi Artemis yang terbesar, dan tergolong dalam salah satu “keajaiban dunia kuno.” Efesus bukan saja sebagai pusat keagamaan, tetapi juga berperan sebagai pusat perdagangan dan kebudayaan. Kota ini terletak di negara Turki sekarang.

Paulus adalah orang pertama yang membawa Kabar Baik tentang Kristus kepada penduduk di Efesus. Hasil pekerjaannya selama di kota itu tercatat di dalam Kis. 19:1-20, dan Kis. 20:17-38. Ketika berada di Efesus, Paulus juga menulis suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus. Dalam 1Kor. 16:8 tertulis “tetapi saya akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta.” Dalam 1Kor. 15:32 Paulus menulis bahwa dia “berjuang melawan orang-orang yang sangat ganas di Efesus.” Jadi, di Efesus Paulus benar-benar menghadapi tantangan yang sangat hebat.

Jemaat Efesus telah berjuang untuk melepaskan diri dari kebiasaan memakai ilmu sihir.

Dalam Kis. 19:18-19 tertulis, “Bahkan banyak dari antara mereka itu mengumpulkan buku-buku sihir mereka, dan membakarnya di hadapan semua orang. Apabila dihitung dengan uang, maka harga dari semua buku itu mencapai sekitar 50.000 keping uang perak.” Sekarang pun, setiap pengikut Kristus yang masih terlibat dengan ilmu sihir harus melakukan tindakan yang sama seperti jemaat di Efesus— yaitu membakar semua alat sihirnya.

Dalam Why. 2:1-7 Tuhan Yesus memberi pesan kepada jemaat Efesus. Dalam surat itu orang-orang Efesus dipuji karena perjuangan mereka melawan kejahatan dan guru-guru palsu. Mereka bertahan dengan sabar dalam perjuangan itu karena Kristus. Tetapi Tuhan Yesus juga mengeluh karena mereka tidak lagi saling mengasihi sesama mereka seperti ketika mereka pertama kali menjadi percaya. Hal ini sangat menyedihkan, karena di Ef. 1:15 Paulus bersyukur kepada Tuhan karena cinta kasih jemaat Efesus kepada semua umat Allah.