Dear Eve...Sample

Pernikahan sebagai korban syukur.
Waktu aku single, aku kira pernikahan itu bed of roses… Hamparan bunga mawar, semua mudah, everyday is beautiful… Happily ever after. Ternyata… Pernikahan bukanlah hamparan bunga mawar. Pernikahan adalah:
Upaya Berkelanjutan: Bukan keadaan pasif, melainkan upaya aktif dan berkelanjutan untuk mempertahankan hubungan yang penuh kasih dan saling mendukung.
Banyak Tantangan: Adalah normal bagi pernikahan untuk menghadapi cobaan dan kesulitan. Tantangan-tantangan ini dapat memperkuat hubungan jika kedua pasangan mengatasinya bersama-sama.
Komitmen Lebih Penting daripada Kecocokan: Alih-alih mengandalkan "kecocokan sempurna," pernikahan yang sukses dibangun di atas komitmen terhadap kesejahteraan orang lain.
Ada hari-hari aku merasa down dan bingung. Tidak tahu harus berbuat apa saat perbedaan, konflik, dan tekanan datang bersamaan. Di momen itu, aku teringat Abraham,
yang menyerahkan Ishak—bukan karena ia mengerti, tetapi karena ia percaya.
“Allah akan menyediakan.” (Kejadian 22:8)
Kadang, pernikahan memanggil kita untuk mempersembahkan ego, ekspektasi, dan keinginan
sebagai korban yang harum di hadapan Tuhan. Kadang Tuhan tidak langsung
menyediakan jalan keluar, melainkan menyediakan kekuatan untuk bertahan, kerendahan hati untuk mengalah, dan kasih yang tetap memilih setia seperti perjalanan iman kita sama Tuhan.
Kalau hari ini kamu sedang merasa ‘kalah’, mau menyerah… Bingung sama situasi kamu. Ingatlah, Tuhan yang mengizinkan kamu masuk ke dalam musim pernikahan ini… Adalah Tuhan yang setia menyertai kamu, dan peduli akan perasaan kamu. Kejar hadirat-Nya, dan minta Dia memenuhimu lagi dengan kekuatan-Nya. Allah akan menyediakan.
Berdoa yuk? “Tuhan Yesus, please pegang tanganku setiap hari ketika aku menjalani pernikahanku. Jadikan aku istri yang baik untuk suamiku, dan seorang anak yang buah-buahnya berkenan di mata-Mu. Engkau Allah yang setia di dalam setiap musim. Berikan aku arahan dan kekuatan, jadikan pernikahanku indah bukan saja untuk kami berdua, tapi indah dan mulia di mata-Mu, Tuhan. Terima Kasih atas penyertaan-Mu. Kami mengasihi-Mu. Amin!”
Scripture
About this Plan

Aku harap kamu diberkati dengan renungan mingguan yang berjudul “Dear Eve” ini. Renungan ini ditujukan kepada kaum hawa masa kini, dengan segala pergumulan dan tantangan hidupnya, terutama dalam hubungan pernikahan… Aku berharap kita jadi wanita-wanita kuat yang Tuhan tuntun dan pakai selalu. Menjadi ujung tombak generasi yang sekarang dan akan datang. Semangat ya!
More