Menggali Perjanjian Baru TSI

Devotional

Mari ikut Aku. Pekerjaan kalian bukan lagi penjala ikan, tetapi Aku akan mengajar kalian untuk menjaring orang-orang supaya mereka menjadi pengikut-Ku”

(Markus 1: 17)


Markus tidak menyebut dirinya sebagai penulis kitab Markus, tetapi penatua-penatua gereja terdahulu berkata bahwa Yohanes Markus, yaitu rekan kerja Petrus, adalah penulis kitab Markus. Banyak orang memperkirakan bahwa Markus menulis kitab ini sebelum atau tidak lama sesudah Petrus mati sebagai martir di Roma- yang terjadi sekitar tahun 64- 67 AD (M).


Kitab Markus merupakan Injil yang ditulis pertama, dan bisa saja ditulis lebih awal dari surat-surat Paulus. Menurut tradisi, Markus menulis Injil ini di Roma. Karena itulah, dia menjelaskan latar belakang beberapa adat Yahudi yang tidak diketahui oleh pembacanya yang adalah orang Roma. Karena itu juga dia tidak memasukkan ajaran Yesus yang berdasarkan kitab dan kepercayaan Yahudi. Sebaliknya, ia banyak menjelaskan cerita tentangu Yesus dan mujizat-Nya supaya para pembaca dapat mengenal Yesus.


Jangan Buru-buru!


Bagaimana membaca Alkitab secara efektif tahun ini? Saran utama saya adalah: JANGAN BURU-BURU!


Dalam program baca “Menggali Perjanjian Baru”, bacaan setiap hari akan memakan waktu sekitar 15 menit, jika Anda membaca dengan suara. Tapi jika Anda membaca dengan diam, hanya sekitar 10 menit. 


Tetapi kalau Anda buru-buru, mungkin tidak banyak yang diingat dan didapatkan. Ada dua cara untuk tidak buru-buru:



  1. Bacalah secara keras dan dengan ekspresi!

  2. Ambil waktu untuk merenungkan dan mendoakan apa yang Anda baca.


Doa: Tuhan, bantulah kami supaya kami dapat tekun membaca Alkitab dan memahami Firman-Mu.