Kegembiraan Yang Tak Tergoyahkan: Bersaing Untuk Lebih Dari Sekadar KemenanganSampel

Kegembiraan Yang Tak Tergoyahkan: Bersaing Untuk Lebih Dari Sekadar Kemenangan

HARI KE 1 DARI 5

Didorong oleh Kegembiraan

Sebelum Kompetisi

Pernahkah Anda mengalami kesulitan tidur pada malam sebelum pertandingan besar? Pernahkah jantung Anda berdetak sangat cepat sebelum peluit awal dibunyikan? Rasa antisipasi, kegembiraan, dan gugup sebelum pertandingan merupakan hal yang umum. Namun, kita semua memproses perasaan tersebut dengan cara yang berbeda.

Ketika kita belajar menyalurkan energi ini ke sesuatu yang produktif, hal itu dapat memacu kita untuk bersaing sebaik mungkin. Namun, jika Anda tidak tahu cara mengelola perasaan gembira ini, perasaan itu dapat menimbulkan kecemasan dan ketakutan. Hal ini dapat merusak kinerja Anda.

Tahun terakhir kuliah, saya sangat bersemangat untuk pertandingan sepak bola pembuka kami. Pertandingan itu diadakan di kandang sendiri, melawan salah satu rival terbesar kami. Saya menjadi pemain inti dan telah ditunjuk sebagai kapten untuk tahun itu. Inilah saatnya bagi saya untuk menunjukkan diri sebagai pemimpin dan membuat pernyataan melawan salah satu tim terbaik di negara ini.

Namun, saat kami bersiap untuk kick off, saya membiarkan momen itu menjadi terlalu besar. Kegembiraan yang saya rasakan berubah menjadi kecemasan dan serangkaian pertanyaan "bagaimana jika" berputar-putar di benak saya.

  • “Bagaimana jika saya melakukan kesalahan besar yang membuat kita kalah?”
  • “Bagaimana jika rekan satu tim saya tidak mempercayai saya sebagai kapten mereka?”
  • “Bagaimana jika saya bukan pemain yang saya bayangkan?”

Saya jadi gugup hingga saya mencari tempat sampah terdekat untuk muntah!

Untungnya, salah satu rekan setim dan sahabat karib saya datang dan dengan penuh kasih sayang meletakkan tangannya di punggung saya. Ia mengingatkan saya tentang hal yang paling penting—bermain dengan rasa cinta terhadap permainan dan rekan setim saya. Saat kita melakukan sesuatu yang kita cintai, kita memancarkan kegembiraan.

Dalam Roma 15:13, Paulus berbicara tentang sukacita yang datang dari hubungan dengan Tuhan. Sukacita yang memenuhi kita begitu banyak hingga kita meluap! Bayangkan hati Anda seperti sebuah cangkir. Ketika cangkir terisi penuh dengan air, tidak ada ruang untuk hal lain. Ketika kita dipenuhi dengan sukacita yang datang dari Tuhan, tidak ada ruang di hati atau pikiran kita untuk ketakutan, kecemasan, atau keraguan.

Dalam ayat di kitab Roma, Paulus berbicara tentang mitra sukacita—kedamaian. Sukacita dan kedamaian berjalan beriringan. Ketika kita berfokus pada sukacita sebagai alasan kita, kedamaian juga mengalir dalam hati kita. Kedamaian yang memiliki kekuatan untuk menenangkan pikiran yang gelisah dan menghancurkan keraguan. Kedamaian yang membuat kita tetap fokus pada apa yang bisa berjalan dengan baik selama kompetisi dan menjauh dari apa yang bisa berjalan salah.

Apa hasil dari hati seorang atlet yang dipenuhi sukacita dan kedamaian sebelum bertanding? Harapan yang meluap. Saat ini, kita cenderung menggunakan harapan sebagai keinginan yang mungkin terwujud atau tidak. Namun, harapan Alkitabiah adalah harapan yang meyakinkan, bukan keinginan atau perasaan. Harapan didasarkan pada keyakinan bahwa Allah setia dan menepati janji-janji-Nya.

Saya tidak tahu tentang Anda, tetapi saya ingin menjadi rekan setim yang memberi orang lain harapan seperti ini. Harapan, bahkan jika kita adalah yang tertindas. Harapan, bahkan saat menghadapi saat-saat sulit yang tak terduga. Harapan, bahkan saat saat itu terasa lebih besar daripada kemampuan kita. Harapan, bahkan saat saraf mengancam untuk membekukan kita.

Saya menemukan bahwa merenungkan momen-momen ketika saya merasakan sukacita dalam hubungan saya dengan Yesus membuat saya tetap tenang sebelum menghadapi kompetisi besar. Saya ingat Tuhan telah memberkati saya dengan kesempatan untuk melakukan sesuatu yang saya sukai. Mengetahui hal itu membuat pikiran saya tenang ketika kegugupan, kecemasan, dan keraguan mencoba mencuri sukacita saya.

Pertanyaan Aplikasi:

  • Momen menyenangkan apa dari Tuhan yang dapat Anda ingat untuk menenangkan pikiran cemas?
  • Siapa di tim atau lingkaran Anda yang dapat menjadi sumber harapan?

Doa:

Ya Tuhan, kami memuji-Mu atas persediaan sukacita dan kedamaian-Mu yang tak pernah habis. Kami bersyukur bahwa kami dapat dengan yakin menaruh harapan kami kepada-Mu. Kami mohon agar Engkau mengizinkan sukacita dan kedamaian masuk ke dalam hati kami, terutama di saat-saat yang mencemaskan, dan agar Engkau membantu kami mengingat untuk bersaing dengan sukacita itu dalam pikiran. Bantu kami menjadi sumber harapan bagi rekan satu tim dan orang-orang di sekitar kami sehingga kami dapat menghadapi tantangan apa pun yang menghadang dengan hati yang bersyukur. Amin.”

Firman Tuhan, Alkitab

Tentang Rencana ini

Kegembiraan Yang Tak Tergoyahkan: Bersaing Untuk Lebih Dari Sekadar Kemenangan

Sukacita bukan sekadar perasaan—itu adalah sumber kekuatan. Dalam renungan ini, Anda akan menemukan cara berkompetisi dengan keyakinan, kedamaian, dan tujuan. Kisah-kisah pribadi, wawasan praktis, dan Kitab Suci membantu mengalihkan fokus Anda kepada Kristus. Melampaui hasil menuju sukacita abadi di setiap musim kompetisi. Rencana lima hari ini, yang ditulis oleh atlet Kate Wiesner, merupakan bagian dari Seri Kompetisi untuk Atlet.

More

Kami mengucapkan terima kasih kepada Athletes In Action yang telah menyediakan rencana ini. Untuk informasi lebih lanjut, silakan mengunjungi: yv.cru.academy/landing/en/aia/unshakeable_joy