Uang Atau Kasih?

Hari ke 1 dari 4 • Bacaan hari ini

Renungan

Kasih Dalam Dunia Bisnis 


Suatu kali seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus tentang hukum yang terutama. Yesus menjawab bahwa hukum yang terutama adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, dan segenap kekuatan serta mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri. Hukum ini, atau The Great Commandment, dicatat sebanyak 3 kali oleh 3 penulis yang berbeda dalam Injil Matius, Markus, dan Lukas. Ini menunjukkan seberapa pentingnya hukum ini, dan bahkan disebutkan sebagai hukum yang terutama; hukum yang terpenting di antara semua hukum-hukum yang ada. 


Pertanyaan yang perlu kita pikirkan bersama, khususnya bagi kita yang adalah seorang pengusaha ataupun profesional dalam dunia bisnis yaitu: bagaimana cara saya menghidupi hukum ini dalam aktivitas bisnis atau pekerjaan saya sehari-hari? 


Dunia yang kita hidupi memiliki kecenderungan untuk mendapatkan keuntungan dengan segala cara. Namun, baik orang percaya maupun tidak, termasuk diri kita sendiri, semua orang mengharapkan produk dan jasa yang terbaik, sesuai dengan harga yang dibayar. Bahkan, kepuasan seseorang bergantung pada nilai tambah di atas ekspektasi orang tersebut. Semakin tinggi nilai tambah, semakin tinggi juga kepuasan seseorang. 


Mengasihi orang lain seperti mengasihi diri sendiri berarti, SEMUA HAL yang saya inginkan untuk diri saya adalah hal pertama yang akan saya berikan kepada orang lain. Dalam dunia bisnis, ada istilah The Silver Bullet, yaitu apa yang tidak ingin orang lain lakukan kepada kita, jangan lakukan kepada orang lain. Dengan kata lain, kita ada di posisi bertahan (defense). Sekilas mirip dengan firman Tuhan, tetapi esensi dan implikasinya sangat berbeda, karena kita perlu menyadari bahwa kasih akan selalu ada di posisi menyerang (offense).


KASIH SELALU MEMBERI, dan memberi dengan berlimpah. Usaha dan aktivitas yang kita lakukan perlu berfokus pada pemikiran, “apa yang pertama-tama bisa saya berikan kepada orang lain”, bukan “apa yang orang lain bisa berikan kepada saya”. Jika kita memulai bisnis/karir kita dengan berfokus pada memberi, semua peraturan/hukum yang lain bisa ditambahkan dan dibangun di atas fondasi ini. Sebaliknya, jika usaha kita berdasarkan pada pemikiran mengambil, maka hukum/peraturan sebaik apapun tidak akan bisa dibangun dan bertahan lama.


Renungkan


Apa yang bisa Anda berikan kepada orang lain melalui bisnis/karir Anda? Jika belum ada, langkah apa yang akan Anda lakukan setelah ini?