Pemimpin Yang Sehat: Menanggalkan Beban

Renungan

Tidak Mudah


Di komunitas yang kecil maupun besar, melaksanakan Amanat Agung Tuhan bukanlah hal yang mudah.


Pertama, mulai dengan diri sendiri. Kita perlu berkomitmen untuk menjadi murid Yesus sebelum kita memuridkan orang lain. Bagaimana kita bisa membawa orang ke dalam hubungan yang benar dengan Tuhan, jika kita sendiri tidak membangun hubungan pribadi dengan Tuhan secara konsisten? Karena pada akhirnya, kekristenan adalah tentang perjalanan iman kita seumur hidup; selangkah demi selangkah, kita bertumbuh menuju kedewasaan rohani.


Kedua, memuridkan orang dari berbagai latar belakang, dengan karakter yang berbeda, kepribadian yang unik, dan tingkat kedewasaan yang beragam adalah sebuah seni. Kita perlu mengelola berbagai ketegangan yang terjadi dan mengatur ekspektasi kita dengan baik. Karena jika tidak, hal-hal tersebut menjadi sebuah beban yang tidak perlu, yang malah menghalangi kita menjadi pemurid yang efektif.


Tetapi yakinlah, saat kita mengerjakannya, Tuhan bekerja di dalam dan melalui kita. Selama kita terus tinggal dalam Dia, Dia akan memberikan hikmat dan kekuatan yang cukup untuk menghadapi apa pun. Sebab janji Tuhan kepada setiap mereka yang melakukan Amanat Agung-Nya adalah “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Matius 28:20).


Doa


“Tuhan, aku bersyukur Engkau mengikutsertakan aku dalam menjadikan seluruh bangsa murid-Mu. Biar Firman-Mu terus menerangi langkahku dan Roh Kudus-Mu memampukan aku, juga dalam memuridkan setiap orang yang Tuhan percayakan kepadaku.”    


Pertanyaan untuk refleksi dan diskusi:


Tantangan terbesar apakah yang Anda hadapi dalam memuridkan orang lain?