Berjalan Bersama Yesus (PENGHARAPAN)

Renungan

Mencari Tuhan


Suatu ketika dalam pemerintahan Raja Yosafat, sejumlah bangsa yang bergabung menjadi satu menyerang Yehuda. Respons Yosafat dapat menjadi suatu pelajaran bagi kita saat menghadapi krisis.


Sangat alami dan manusiawi jika saat menghadapi krisis yang sedemikian berat, respons pertama kita adalah takut. Itu pun yang terjadi dalam diri Yosafat. Ketakutan itu adalah reaksi yang wajar mengingat apa yang akan menimpa bangsa itu. Namun, apa yang dilakukan dalam kondisi itulah yang luar biasa. Alkitab menuliskan bahwa raja itu “mengambil keputusan untuk mencari TUHAN.” Seperti itu, saat kita menghadapi kesulitan, respons terbaik kita adalah berseru, mencari Bapa di sorga. Sebagai anak-anak-Nya, kita bisa percaya bahwa Dia mengasihi kita dan memedulikan hidup kita.


Di atas kayu salib, Allah telah menetapkan suatu perjanjian baru bagi orang yang percaya Tuhan Yesus (Luk. 22:20)—Dia mengampuni kita, mengadopsi kita ke dalam keluarga-Nya, dan memelihara kita. Keselamatan yang diberikan kepada kita itu bukan karena perbuatan yang kita lakukan, melainkan karena karya Kristus yang sempurna menggantikan kita (Ef. 2:8). Allah juga mengutus Roh Kudus untuk menolong kita, bahkan tinggal bersama kita selamanya. Dia peduli pada tiap aspek kehidupan kita dan rindu mendengar sapaan kita kepada-Nya.


Yosafat bisa menghadapi krisis itu karena ia telah membangun suatu kebiasaan mencari Tuhan dalam segala situasi. Jika kita ingin tetap siap dalam keadaan-keadaan tidak terduga yang pasti akan tiba, kita harus membangun disiplin rohani tiap hari, mengakui ketuhan dan ketergantungan kita sepenuhnya kepada Tuhan. Dengan itu pula, kita akan mengetahui kehendak-Nya bagi hidup kita.


Dengan selalu menguji hati kita pula tiap hari, kita bias dapat segera sadar apakah perhatian kita sedang tertuju kepada Tuhan atau yang lain. 


Refleksi:



  1. Apakah kita mau mencari Tuhan dalam segala situasi? Ataukah kita baru merasa perlu untuk mencari-Nya saat situasi kritis?

  2. Respons apa yang biasa kita tunjukkan saat kita menghadapi tekanan atau kesulitan? Lalu, apakah yang kita lakukan?


Praktek: Biasakanlah mencari Tuhan, maka kita akan sanggup menghadapi tantangan apa pun.