Logo Aplikasi Alkitab
Ikon Pencarian

Roma 14:1-4 - Bandingkan Semua Versi

Roma 14:1-4 TB (Alkitab Terjemahan Baru)

Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya. Yang seorang yakin, bahwa ia boleh makan segala jenis makanan, tetapi orang yang lemah imannya hanya makan sayur-sayuran saja. Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima orang itu. Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri.

Berbagi
Roma 14 TB

Roma 14:1-4 BIMK (Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini)

Orang yang tidak yakin akan apa yang dipercayainya harus diterima dengan baik di antara Saudara-saudara. Jangan bertengkar dengan dia mengenai pendirian-pendiriannya. Ada orang yang berpendirian bahwa ia boleh makan apa saja. Tetapi ada orang lain yang lemah keyakinannya; ia merasa bahwa ia hanya boleh makan sayur-sayuran saja. Orang yang makan apa saja janganlah menganggap rendah orang yang makan hanya makanan tertentu saja; dan orang yang makan hanya makanan tertentu saja, janganlah pula menyalahkan orang yang makan segala-galanya, sebab Allah sudah menerima dia. Siapakah Saudara sehingga Saudara harus mengadili hamba orang lain? Entah hamba itu jatuh atau bangun, itu adalah urusan tuannya. Dan memang hamba itu akan berdiri tegak, karena Tuhan sanggup membuatnya berdiri tegak.

Roma 14:1-4 AMD (Perjanjian Baru: Alkitab Mudah Dibaca)

Bersedialah menerima mereka yang masih meragukan apa yang orang percaya dapat melakukan. Dan jangan berdebat dengan mereka yang mempunyai pendapat yang berbeda. Ada orang yang percaya bahwa mereka boleh makan semua jenis makanan. Tetapi orang yang masih ragu hanya makan sayur-sayuran. Mereka yang makan semua jenis makanan tidak boleh menganggap rendah orang yang hanya makan sayur-sayuran. Dan mereka yang hanya makan sayur-sayuran seharusnya tidak menyalahkan orang yang makan semua jenis makanan. Sebab Allah telah menerima mereka. Siapakah kamu sehingga kamu menghakimi pelayan orang lain? Tuan orang itulah yang menentukan apakah mereka diterima atau tidak. Dan mereka akan diterima, karena Tuhan mampu membuatnya terjadi.

Roma 14:1-4 TSI (Terjemahan Sederhana Indonesia)

Terimalah dengan baik orang-orang yang belum sepenuhnya percaya tentang kebebasan yang kalian miliki sebagai orang yang sudah bersatu dengan Kristus. Janganlah membuang waktu untuk berdebat dengan mereka. Ada saudara-saudari kita yang sangat percaya penuh kepada Kristus, sehingga mereka meyakini bahwa Allah mengizinkan kita untuk makan semua jenis makanan. Namun, ada saudara-saudari lain yang ragu-ragu dan merasa hanya diperbolehkan makan sayur-sayuran saja. Bagi kalian yang sudah meyakini bahwa kita boleh makan semua jenis makanan, janganlah menganggap dirimu lebih saleh daripada orang yang hanya makan sayur-sayuran. Sebaliknya, bagi kalian yang keyakinannya hanya makan sayur-sayuran, janganlah menganggap bersalah orang yang makan semua jenis makanan. Karena Allah sudah menerima saudara-saudari seiman itu tanpa mempersoalkan pendapat mereka tentang makanan. Ibaratnya, kamu tidak berhak menghakimi hamba orang lain. Hanya majikannya sendirilah yang berhak menentukan hamba itu benar atau salah. Pikirkanlah ini: Kita adalah milik Allah! Dia pasti sanggup menopang kita supaya tidak jatuh!

Roma 14:1-4 FAYH (Firman Allah Yang Hidup)

SAMBUTLAH dengan gembira setiap orang yang ingin bergabung dengan Saudara, meskipun imannya lemah. Jangan mencelanya karena ia mempunyai paham yang berlainan dengan Saudara tentang apa yang benar dan apa yang salah. Misalnya, ada orang yang makan segalanya dengan hati nurani yang jelas, sementara orang yang lain takut berbuat dosa dan hanya makan sayuran. Mereka yang berpendapat, bahwa makan daging semacam itu tidak ada salahnya, janganlah mencela orang yang tidak mau memakannya. Dan kalau Saudara termasuk golongan yang tidak mau memakannya, janganlah mencari kesalahan mereka yang mau. Sebab Allah telah menerima mereka sebagai anak-anak-Nya. Mereka hamba Allah, bukan hamba Saudara. Mereka bertanggung jawab kepada Allah, bukan kepada Saudara. Biarkanlah Allah menyatakan kepada mereka apakah mereka benar atau salah. Lagipula, Allah dapat membuat mereka berlaku sepatutnya.