Imamat 10:1-3 - Compare All Versions
Imamat 10:1-3 TSI (Terjemahan Sederhana Indonesia)
Suatu hari, dua anak Harun yang bernama Nadab dan Abihu masing-masing mengambil wadah pembakaran dupa dan mengisinya dengan bara api. Mereka lalu meletakkan dupa di atas bara itu dan mempersembahkannya di hadapan TUHAN. Namun, tindakan itu melanggar perintah TUHAN karena TUHAN tidak menyuruh hal itu dilakukan. Maka keluarlah api menyambar dari hadapan TUHAN dan menghanguskan mereka berdua. Kemudian Musa berkata kepada Harun, “Inilah yang TUHAN maksudkan waktu Dia berkata, ‘Semua imam dan orang Lewi yang melayani Aku harus menghormati-Ku. Ketika mereka melakukan pelanggaran dengan tidak menghormati kekudusan-Ku, maka aku akan menghukum mereka, sehingga seluruh umat-Ku melihatnya dan belajar menghormati-Ku juga.’” Harun hanya diam dan tidak mengatakan apa pun.
Imamat 10:1-3 TB (Alkitab Terjemahan Baru)
Kemudian anak-anak Harun, Nadab dan Abihu, masing-masing mengambil perbaraannya, membubuh api ke dalamnya serta menaruh ukupan di atas api itu. Dengan demikian mereka mempersembahkan ke hadapan TUHAN api yang asing yang tidak diperintahkan-Nya kepada mereka. Maka keluarlah api dari hadapan TUHAN, lalu menghanguskan keduanya, sehingga mati di hadapan TUHAN. Berkatalah Musa kepada Harun: ”Inilah yang difirmankan TUHAN: Kepada orang yang karib kepada-Ku Kunyatakan kekudusan-Ku, dan di muka seluruh bangsa itu akan Kuperlihatkan kemuliaan-Ku.” Dan Harun berdiam diri.
Imamat 10:1-3 BIMK (Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini)
Pada suatu hari Nadab dan Abihu, anak-anak Harun, mengambil tempat apinya masing-masing dan mengisinya dengan bara. Lalu mereka menaruh dupa ke dalam api itu dan mempersembahkannya kepada TUHAN. Tetapi api itu tidak halal karena TUHAN tidak menyuruh mereka mempersembahkannya. Maka TUHAN mendatangkan api yang membakar mereka sampai mati di Kemah TUHAN. Lalu Musa berkata kepada Harun, “Itulah yang dimaksudkan TUHAN waktu Ia berkata, ‘Semua yang melayani Aku harus menghormati kesucian-Ku. Aku akan menyatakan keagungan-Ku kepada seluruh bangsa-Ku.’ ” Tetapi Harun diam saja.