Galatia 6:2-11 - Compare All Versions
Galatia 6:2-11 TSI (Terjemahan Sederhana Indonesia)
Hendaklah kita semua saling menolong untuk meringankan beban saudara-saudari seiman yang mengalami kelemahan atau kesusahan. Dengan begitu kita menaati Hukum Kasih yang Kristus berikan. Karena kalau kamu menganggap dirimu terlalu penting untuk menolong sesama, berarti kamu menipu dirimu sendiri. Kamu tidak lebih istimewa daripada siapa pun! Tidak usah membanding-bandingkan dirimu dengan saudara-saudari seiman yang lain. Nilailah perbuatanmu sendiri saja. Lalu kamu boleh puas dengan caramu sendiri melayani Kristus, tanpa memikirkan orang lain. Karena setiap orang akan menghadap Allah dan mempertanggungjawabkan perbuatannya masing-masing. Hendaklah setiap anggota jemaat yang menerima pengajaran Firman Allah membagikan sebagian dari penghasilannya kepada orang yang bertugas mengajar kita. Jangan keliru! Janganlah menganggap keadilan dan kebenaran Allah bisa dipermainkan! Karena suatu hari nanti, cepat atau lambat, setiap orang pasti menuai apa yang dia tabur. Artinya, kalau kamu hidup untuk memuaskan keinginan badani saja, kamu akan menerima kebinasaan. Tetapi kalau kamu terus hidup mengikuti pimpinan Roh Allah, kamu akan menerima hidup yang kekal. Jadi jangan lelah berbuat baik, karena kelak kita pasti menuai hasilnya, asalkan kita tidak berputus asa. Oleh sebab itu, setiap ada kesempatan, marilah kita terus berbuat baik kepada semua orang, terutama kepada saudara-saudari seiman. Dalam bagian terakhir ini, perhatikanlah betapa besar huruf-huruf yang saya tulis kepada kalian dengan tangan saya sendiri.
Galatia 6:2-11 FAYH (Firman Allah Yang Hidup)
Saling membantu untuk membawa beban Saudara. Dengan demikian Saudara memenuhi hukum yang diberikan Kristus kepada kita. Kalau ada yang merasa terlalu tinggi untuk berbuat demikian, ia menipu dirinya sendiri. Sesungguhnya ia bukanlah apa-apa. Biarlah tiap-tiap orang berusaha sedapat-dapatnya, sebab dengan demikian ia akan mendapat kepuasan karena telah melakukan suatu pekerjaan dengan sebaik-baiknya, dan tidak usah membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain. Karena setiap orang akan memiliki cukup untuk bertanggung jawab atas tindakannya sendiri di hadapan Tuhan. Yang diajar tentang firman Allah seharusnya menunjang gurunya dengan barang-barang keperluan hidupnya. Jangan membodohi diri sendiri! Allah tidak bisa dipermainkan: orang akan menuai apa yang telah ditaburnya! Apabila ia menabur untuk memuaskan keinginan-keinginannya sendiri yang jahat, ia menanam benih-benih jahat dan pasti ia akan menuai kebusukan dan kematian rohani; tetapi, apabila ia menanam hal-hal yang baik dari Roh, ia akan menuai kehidupan kekal yang diberikan Roh Kudus kepadanya. Janganlah kita bosan melakukan hal yang benar, sebab kemudian kita akan menuai hasil yang penuh berkat, apabila kita tidak patah semangat dan tidak putus asa. Itulah sebabnya sedapat mungkin kita hendaknya selalu berbuat baik kepada semua orang, terutama kepada saudara-saudara seiman. Perhatikan baik-baik kata-kata penutup ini. Saya tulis sendiri dengan huruf-huruf besar.
Galatia 6:2-11 AMD (Perjanjian Baru: Alkitab Mudah Dibaca)
Kamu harus saling membantu jika ada yang mengalami kesulitan. Ketika kamu melakukan itu, kamu mengikuti hukum Kristus. Kalau ada orang yang menganggap dirinya penting, padahal dia tidak ada apa-apanya, ia hanya membodohi dirinya sendiri. Perhatikanlah apa yang sudah kamu perbuat untuk melihat apakah kamu mempunyai sesuatu yang bisa dibanggakan. Jangan bandingkan apa yang sudah kamu perbuat dengan kegagalan orang lain. Setiap orang hanya bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan. Orang yang mendapat pengajaran tentang firman Tuhan harus membagikan semua hal baik yang mereka punya dengan orang yang mengajarnya. Jika kamu berpikir Allah dapat dipermainkan, janganlah membohongi dirimu sendiri. Kamu hanya akan menuai apa yang kamu tanami. Jika kamu hidup untuk memenuhi keinginan manusiawimu, hasil yang kamu terima darinya adalah kehancuran. Tetapi jika kamu hidup untuk menyenangkan Roh, hasil dari Roh adalah kehidupan yang kekal. Janganlah menjadi bosan berbuat baik. Sebab pada waktunya nanti kita akan menerima hasil kita yaitu hidup yang kekal. Jadi, janganlah menyerah. Selama kita punya kesempatan untuk berbuat baik kepada orang-orang, lakukanlah itu. Tetapi kita harus memberikan perhatikan khusus kepada saudara-saudari seiman kita. Lihatlah, betapa besarnya huruf-huruf yang aku tulis kepadamu dengan tanganku sendiri.
Galatia 6:2-11 TB (Alkitab Terjemahan Baru)
Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri. Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri. Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu. Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman. Lihatlah, bagaimana besarnya huruf-huruf yang kutulis kepadamu dengan tanganku sendiri.
Galatia 6:2-11 BIMK (Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini)
Hendaklah kalian saling membantu menanggung beban orang, supaya dengan demikian kalian mentaati perintah Kristus. Kalau seseorang menyangka dirinya penting, padahal tidak, orang itu membohongi dirinya sendiri. Setiap orang harus memeriksa sendiri apakah kelakuannya baik atau tidak. Kalau baik, ia boleh merasa bangga atas hal itu. Tetapi tidak usah ia membandingkannya dengan apa yang dilakukan orang lain. Sebab masing-masing orang harus memikul tanggung jawabnya sendiri. Orang yang menerima pengajaran Kristus, hendaknya membagi dengan gurunya semua yang baik yang ada padanya. Janganlah tertipu. Allah tidak bisa dipermainkan! Apa yang ditanam, itulah yang dituai. Kalau orang menanam menurut tabiat manusianya, ia akan menuai kematian dari tabiatnya itu. Tetapi kalau ia menanam menurut pimpinan Roh Allah, ia akan menuai hidup sejati dan kekal dari Roh Allah. Sebab itu, janganlah kita menjadi bosan melakukan hal-hal yang baik; sebab kalau kita tidak berhenti melakukan hal-hal itu sekali kelak kita akan menuai hasilnya. Jadi, selama ada kesempatan bagi kita, hendaklah kita berbuat baik kepada semua orang, terutama sekali kepada saudara-saudara kita yang seiman. Perhatikanlah baik-baik bagian ini yang saya tulis sendiri dengan huruf yang besar-besar.