Kisah Para Rasul 20:6-12 - Compare All Versions
Kisah Para Rasul 20:6-12 TSI (Terjemahan Sederhana Indonesia)
Kemudian, sesudah hari raya Paskah, kami berangkat dengan kapal dari Filipi menuju Troas. Sesudah lima hari perjalanan, kami berdua tiba di Troas dan bertemu dengan mereka. Kami semua tinggal di sana selama tujuh hari. Pada hari Minggu malam, kami dan saudara-saudari seiman di Troas berkumpul untuk makan bersama dan mengadakan Perjamuan Kudus. Paulus berkhotbah kepada mereka lama sekali, sampai tengah malam, karena rombongan kami berencana untuk berangkat meninggalkan mereka besok paginya. Kami semua berkumpul di sebuah ruangan di tingkat atas dan banyak pelita dinyalakan. Seorang pemuda bernama Eutikus duduk terkantuk-kantuk di jendela. Sementara Paulus masih terus berbicara, Eutikus tidak bisa lagi menahan kantuknya. Dia pun tertidur dan jatuh ke bawah dari tingkat tiga. Ketika orang-orang turun dan mengangkatnya, ternyata dia sudah mati. Tetapi Paulus turun ke bawah dan langsung berlutut di samping pemuda itu serta memeluknya. Lalu Paulus berkata, “Jangan kuatir, karena dia masih hidup.” Kemudian Paulus dan kami kembali ke atas. Dia memimpin Perjamuan Kudus dan lanjut berbicara dengan mereka sampai subuh. Sesudah itu, dia berangkat bersama dengan kami rombongannya. Sementara itu, Eutikus diantar pulang ke rumahnya, dan semua saudara seiman di situ sangat lega karena dia masih hidup.
Kisah Para Rasul 20:6-12 FAYH (Firman Allah Yang Hidup)
Setelah Perayaan Roti Tidak Beragi selesai, kami menumpang kapal dari Filipi di Makedonia, dan lima hari kemudian sampailah kami di Troas. Di situ kami tinggal seminggu lamanya. Pada hari Minggu kami berkumpul untuk makan Perjamuan Tuhan dan Paulus menyampaikan khotbah. Karena akan berangkat keesokan harinya, ia berbicara sampai tengah malam. Ruang atas tempat kami berkumpul diterangi lampu-lampu yang berkelap-kelip. Sementara Paulus terus berbicara, seorang pemuda Eutikhus, yang duduk di jendela, tertidur dan jatuh dari tingkat ketiga menemui ajalnya. Paulus pergi ke bawah dan memeluk pemuda itu. “Jangan khawatir,” katanya, “ia tidak apa-apa.” Sesungguhnyalah pemuda itu tidak apa-apa! Dan orang banyak pun diliputi oleh sukacita yang khidmat. Mereka kembali ke ruang atas dan makan Perjamuan Tuhan bersama-sama. Kemudian Paulus berkhotbah lagi panjang lebar, sehingga ketika fajar menyingsing barulah ia meninggalkan mereka.
Kisah Para Rasul 20:6-12 AMD (Perjanjian Baru: Alkitab Mudah Dibaca)
Setelah Hari Raya Roti Tidak Beragi berakhir, kami berlayar dari kota Filipi. Lima hari kemudian, kami bergabung dengan mereka di kota Troas dan tinggal di sana selama tujuh hari. Pada hari minggu, kami semua berkumpul untuk makan perjamuan Tuhan. Paulus berbicara kepada orang-orang di sana hingga tengah malam karena ia berencana untuk berangkat keesokan harinya. Kami semua berkumpul di suatu ruangan di lantai atas. Ada banyak lampu di ruangan itu. Ada seorang pemuda bernama Eutikhus yang duduk di jendela. Paulus terus berbicara, Eutikhus menjadi sangat mengantuk. Akhirnya ia tertidur pulas dan terjatuh dari jendela di lantai tiga. Ketika orang-orang turun dan mengangkatnya, Eutikhus sudah mati. Paulus turun ke tempat di mana Eutikhus berada, berlutut diatasnya dan memeluknya. Paulus bilang kepada orang-orang percaya lainnya, “Jangan khawatir, ia masih hidup.” Lalu Paulus kembali ke ruang atas, memecahkan roti dan makan bersama-sama. Paulus berbicara lebih lama lagi dengan mereka sampai hari menjelang fajar, dan kemudian ia pergi. Mereka membawa anak muda itu pulang dalam keadaan hidup, dan mereka sungguh terhibur.
Kisah Para Rasul 20:6-12 TB (Alkitab Terjemahan Baru)
Tetapi sesudah hari raya Roti Tidak Beragi kami berlayar dari Filipi dan empat hari kemudian sampailah kami di Troas dan bertemu dengan mereka. Di situ kami tinggal tujuh hari lamanya. Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu berlangsung sampai tengah malam. Di ruang atas, di mana kami berkumpul, dinyalakan banyak lampu. Seorang muda bernama Eutikhus duduk di jendela. Karena Paulus amat lama berbicara, orang muda itu tidak dapat menahan kantuknya. Akhirnya ia tertidur lelap dan jatuh dari tingkat ketiga ke bawah. Ketika ia diangkat orang, ia sudah mati. Tetapi Paulus turun ke bawah. Ia merebahkan diri ke atas orang muda itu, mendekapnya, dan berkata: ”Jangan ribut, sebab ia masih hidup.” Setelah kembali di ruang atas, Paulus memecah-mecahkan roti lalu makan; habis makan masih lama lagi ia berbicara, sampai fajar menyingsing. Kemudian ia berangkat. Sementara itu mereka mengantarkan orang muda itu hidup ke rumahnya, dan mereka semua merasa sangat terhibur.
Kisah Para Rasul 20:6-12 BIMK (Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini)
Setelah Perayaan Roti Tidak Beragi, kami berlayar meninggalkan Filipi. Lima hari kemudian kami berkumpul lagi dengan mereka di Troas. Di sana kami tinggal satu minggu. Malam minggu kami berkumpul untuk makan bersama secara bersaudara. Paulus bercakap-cakap dengan orang-orang, karena besoknya ia berniat berangkat. Sampai tengah malam Paulus berbicara terus. Dalam kamar di tingkat atas, tempat kami berkumpul itu, ada banyak lampu. Seorang pemuda bernama Eutikhus duduk di jendela. Karena Paulus tidak berhenti-henti berbicara, pemuda itu menjadi mengantuk sekali sampai ia tertidur di jendela itu, lalu jatuh ke bawah dari tingkat ketiga. Waktu mereka mengangkatnya, ia sudah mati. Tetapi Paulus turun ke bawah, lalu merebahkan diri ke atas pemuda itu dan memeluknya. Paulus berkata, “Jangan khawatir, ia masih hidup!” Kemudian Paulus naik kembali ke atas, lalu membagi-bagi roti dan makan bersama-sama. Sesudah lama berbicara dengan orang-orang sampai pagi, Paulus berangkat. Orang-orang membawa pulang pemuda itu hidup ke rumahnya. Mereka merasa senang dan sangat terhibur.