Kisah Para Rasul 15:1-41 - Compare All Versions
Kisah Para Rasul 15:1-41 TSI (Terjemahan Sederhana Indonesia)
Pada hari-hari itu, beberapa orang dari provinsi Yudea datang ke Antiokia dan mengajarkan kepada saudara-saudari pengikut Yesus, “Kalau kalian yang bukan Yahudi tidak mengikuti adat sunat yang diajarkan Musa, kalian tidak akan selamat.” Tetapi Paulus dan Barnabas menentang ajaran itu. Sesudah terjadi perdebatan serius, saudara seiman di Antiokia memutuskan untuk mengutus Paulus, Barnabas, serta beberapa orang lain pergi menemui para rasul dan para pemimpin tertinggi di Yerusalem untuk membahas masalah itu. Jadi, dengan dukungan dari jemaat, mereka pergi ke Yerusalem. Sambil melewati provinsi Fenisia dan Samaria, mereka juga mengunjungi saudara-saudari seiman di situ dan menceritakan bahwa banyak orang bukan Yahudi sudah bertobat dan mengikut Yesus. Mendengar hal itu, mereka semua sangat bersukacita. Setibanya di Yerusalem, rombongan Paulus disambut dengan baik oleh para rasul dan pemimpin jemaat serta saudara-saudari seiman yang lain. Lalu Paulus dan Barnabas melaporkan semua yang sudah Allah lakukan melalui mereka. Tetapi beberapa pengikut Kristus yang sebelumnya termasuk kelompok Farisi berdiri dan berkata, “Orang-orang percaya yang bukan Yahudi harus disunat, dan kita perlu menyuruh mereka menaati semua hukum Taurat.” Kemudian rasul-rasul dan para pemimpin berkumpul untuk membicarakan masalah itu. Sesudah perdebatan yang panjang, Petrus berdiri dan berkata, “Saudara-saudara, kalian tahu bahwa sejak dulu, Allah sudah memilih saya dari antara kita untuk menjadi orang pertama yang memberitakan Kabar Baik kepada orang bukan Yahudi, supaya mereka percaya kepada Kristus. Dan Allah, yang tahu isi hati setiap orang, sudah menerima orang yang bukan Yahudi itu. Allah menunjukkan hal itu kepada kita dengan memberikan Roh Kudus kepada mereka sama seperti yang sudah diberikan-Nya kepada kita. Allah sama sekali tidak membeda-bedakan antara kita dengan mereka. Sama seperti yang terjadi pada kita, saat mereka percaya, Allah juga membersihkan hati mereka. Jadi sekarang, kenapa kalian menentang Allah dengan menyusahkan saudara-saudari seiman yang bukan Yahudi itu? Baik kita maupun nenek moyang kita tidak pernah mampu melakukan seluruh hukum Taurat. Lalu kenapa membebani mereka dengan semua itu? Sebaliknya, kita percaya bahwa kita orang Yahudi hanya bisa diselamatkan melalui kebaikan hati Tuhan Yesus. Hal yang sama juga berlaku untuk mereka yang bukan Yahudi.” Lalu semua yang hadir pun terdiam dan mendengarkan Barnabas dan Paulus, yang menceritakan semua keajaiban yang sudah Allah lakukan melalui mereka di antara orang yang bukan Yahudi. Sesudah mereka berdua selesai berbicara, Yakobus berkata, “Saudara-saudara, dengarkan saya. Petrus sudah menceritakan kepada kita bagaimana untuk pertama kalinya Allah menunjukkan kebaikan hati-Nya kepada orang yang bukan Yahudi, di mana banyak orang diangkat dari antara mereka menjadi umat-Nya. Hal itu terjadi sesuai dengan yang sudah dinubuatkan oleh salah satu nabi, seperti yang tertulis, ‘Sesudah itu, Aku akan kembali dan membangun lagi kerajaan Daud yang sudah runtuh. Aku akan membangun reruntuhan itu dan meneguhkannya kembali. Sebab Aku ingin sisa manusia yang masih tertinggal mencari TUHAN, termasuk semua bangsa yang bukan Yahudi, yaitu mereka yang sudah Aku pilih untuk menjadi umat-Ku. Begitulah kata TUHAN, yang akan melaksanakan semua hal ini.’ ‘Dialah yang sudah memberitahukan rencana-rencana-Nya ini jauh sebelum hal-hal itu terjadi.’” Lalu Yakobus melanjutkan, “Karena itu, menurut pendapat saya, kita jangan menyusahkan orang bukan Yahudi yang sudah mulai bertobat dan kembali kepada Allah. Kita hanya perlu mengingatkan mereka tentang hal-hal yang prinsip, yaitu, jangan terlibat dalam apa pun yang berhubungan dengan berhala, termasuk makan sajian persembahannya, juga jangan makan daging binatang yang mati dicekik, atau apa saja yang mengandung darah, dan jangan melakukan percabulan. Larangan-larangan ini bukan hal baru bagi mereka, karena sejak dulu sampai sekarang hukum Taurat sudah diajarkan setiap hari Sabat di dalam rumah pertemuan orang Yahudi di setiap kota.” Kemudian para rasul, pemimpin, dan seluruh jemaat memutuskan untuk mengutus beberapa orang dari antara mereka ke Antiokia bersama Paulus dan Barnabas. Lalu mereka memilih Silas dan Yudas (yang juga disebut Barsabas). Keduanya orang yang sangat dihormati di antara saudara seiman di Yerusalem. Kepada mereka dititipkan sebuah surat, yang isinya sebagai berikut, “Salam kepada semua saudara-saudari seiman yang bukan Yahudi di kota Antiokia dan tempat-tempat lain di provinsi Siria dan Kilikia. Surat ini dari seluruh saudara seiman di Yerusalem, termasuk para rasul dan pemimpin jemaat. “Kami sudah mendengar bahwa ada beberapa orang yang datang kepada kalian dari daerah kami, dan mereka sudah mengajarkan hal-hal yang membuat kalian ragu dan bimbang akan keyakinan kalian. Mereka mengajarkan bahwa kalian harus disunat dan tetap mengikuti seluruh hukum Taurat Musa. Padahal kami tidak mengutus mereka untuk mengajar kalian seperti itu. Karena itu, kami semua sepakat untuk memilih dua orang dan mengutus mereka kepada kalian, bersama kedua saudara kita yang terkasih yaitu Barnabas dan Paulus, yang sudah mempertaruhkan nyawa mereka demi melayani Tuhan kita Kristus Yesus. Jadi kami mengutus Yudas dan Silas untuk memberitahukan secara langsung kepada kalian seperti yang tertulis juga dalam surat ini. Berdasarkan tuntunan Roh Kudus, kami memutuskan untuk tidak membebani kalian dengan peraturan, kecuali hal-hal yang memang diperlukan, yaitu: Jangan terlibat dalam apa pun yang berhubungan dengan berhala, termasuk makan sajian persembahannya. Jangan makan daging binatang yang mati dicekik, atau apa saja yang mengandung darah. Dan jangan melakukan percabulan. Kalau kalian menghindari hal-hal itu, kalian berbuat baik. Sekian, dan salam dari kami.” Jadi rombongan utusan itu meninggalkan Yerusalem dan pergi ke Antiokia. Setibanya di sana, mereka mengumpulkan jemaat dan menyampaikan isi surat itu. Jemaat sangat bersukacita mendengarnya karena nasihat dalam surat itu menghibur mereka. Yudas dan Silas mempunyai kemampuan rohani untuk menyampaikan pesan dari Roh Allah. Jadi mereka berbicara banyak untuk menyemangati dan menguatkan saudara-saudari seiman itu. Sesudah Yudas dan Silas tinggal beberapa lama di sana, mereka berdua pamit untuk kembali kepada yang mengutus mereka, dan jemaat Antiokia mendoakan keduanya agar selalu dilindungi Allah. Tetapi Paulus dan Barnabas masih tinggal beberapa waktu lamanya di Antiokia. Mereka bersama banyak orang lain mengajarkan berita keselamatan dan Firman TUHAN kepada orang-orang yang ada di sana. Beberapa hari kemudian, Paulus berkata kepada Barnabas, “Mari kita mengunjungi saudara-saudari seiman di setiap kota di mana kita pernah memberitakan kabar keselamatan, supaya kita mengetahui keadaan mereka.” Barnabas setuju, tetapi dia ingin kembali mengajak Markus yang juga disebut Yohanes untuk ikut bersama mereka lagi. Namun Paulus tidak mau membawa dia, karena Markus pernah meninggalkan pekerjaan pelayanan mereka di Pamfilia. Karena hal itu, terjadilah perselisihan tajam antara Paulus dan Barnabas sehingga mereka berpisah. Barnabas mengajak Markus dan naik kapal ke pulau Siprus. Tetapi Paulus memilih Silas, lalu mereka berangkat sesudah saudara-saudari seiman di Antiokia mendoakan mereka agar selalu disertai oleh kebaikan Allah. Lalu Paulus dan Silas mengunjungi seluruh provinsi Siria dan Kilikia serta menguatkan keyakinan jemaat-jemaat yang ada di sana.
Kisah Para Rasul 15:1-41 FAYH (Firman Allah Yang Hidup)
WAKTU Paulus dan Barnabas berada di Antiokhia, beberapa orang datang dari Yudea dan mulai mengajar umat Kristen bahwa apabila mereka tidak dikhitan menurut adat istiadat Yahudi, mereka tidak dapat diselamatkan. Paulus dan Barnabas menentang pendapat ini dan memperbincangkannya dengan mereka. Akhirnya orang-orang Kristen di sana mengutus kedua rasul itu ke Yerusalem disertai oleh beberapa orang anggota jemaat untuk berbicara dengan para rasul dan penatua di sana mengenai masalah itu. Setelah segenap sidang jemaat mengantar mereka ke luar kota, para utusan berangkat ke Yerusalem dan dalam perjalanan itu mereka singgah di Fenisia dan Samaria untuk mengunjungi orang-orang Kristen, yang sangat bersukacita ketika mendengar bahwa banyak orang bukan Yahudi juga bertobat. Setibanya di Yerusalem, mereka mengadakan rapat dengan para pemimpin jemaat. Semua rasul dan penatua hadir. Paulus dan Barnabas melaporkan apa yang telah dilakukan Allah melalui pelayanan mereka. Tetapi beberapa orang yang sebelum bertobat termasuk golongan Farisi, berdiri serta menyatakan bahwa semua orang bukan Yahudi yang bertobat harus dikhitan dan diwajibkan menjalankan semua adat istiadat dan upacara Yahudi. Karena itu, para rasul dan penatua menentukan untuk berapat lagi membahas masalah itu. Pada rapat itu, setelah pembicaraan yang panjang lebar, Petrus berdiri dan berbicara sebagai berikut: “Saudara sekalian, Saudara semua tahu bahwa dahulu Allah telah memilih saya dari antara Saudara-saudara untuk mengabarkan Berita Kesukaan kepada orang-orang bukan Yahudi supaya mereka juga boleh percaya. Allah, yang mengenal hati manusia, menyatakan bahwa Ia menerima orang-orang bukan Yahudi dengan mengaruniakan Roh Kudus kepada mereka, seperti juga kepada kita. Mereka tidak dibedakan dari kita, sebab seperti halnya Ia menyucikan hidup kita melalui iman, demikian juga Ia menyucikan hidup mereka. Jadi, apakah Saudara bermaksud mengoreksi Allah dengan membebani orang bukan Yahudi dengan kuk yang tidak tertanggung, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri? Tidakkah Saudara percaya bahwa semua orang diselamatkan dengan cara yang sama, yaitu sebagai hadiah cuma-cuma dari Tuhan Yesus?” Pembicaraan pun selesailah, dan semua orang mendengarkan Paulus dan Barnabas menceritakan mukjizat-mukjizat yang telah dilakukan Allah dengan perantaraan mereka di antara orang-orang bukan Yahudi. Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berdirilah Yakobus dan berkata, “Saudara-saudara, dengarkanlah saya. Petrus telah berbicara mengenai kali pertama Allah mendapatkan orang-orang bukan Yahudi untuk memilih suatu umat dari antara mereka bagi kemuliaan nama-Nya. Dan pertobatan orang-orang bukan Yahudi sesuai dengan nubuat para nabi. Misalnya, dengarlah ayat-ayat dari Kitab Nabi Amos: “ ‘Kemudian Aku akan kembali dan membangun kembali pondok Daud yang telah roboh, supaya orang-orang bukan Yahudi juga akan mencari Tuhan— semua orang yang ditandai dengan nama-Ku.’ Itulah firman Tuhan, yang menyatakan rencana yang telah dibuat-Nya sejak semula. “Karena itu, saya berpendapat janganlah hendaknya kita bersikeras bahwa orang-orang bukan Yahudi yang berpaling kepada Allah harus menaati hukum Yahudi, tetapi kita harus menulis surat kepada mereka supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati tanpa mengeluarkan darah, dan dari zina. Sebab sudah sejak zaman dahulu larangan-larangan ini setiap hari Sabat diajarkan di rumah-rumah ibadat Yahudi.” Kemudian para rasul, penatua, dan segenap sidang jemaat memilih beberapa utusan ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas untuk menyampaikan keputusan yang telah diambil. Yang terpilih ialah dua orang pemimpin gereja bernama Yudas (juga disebut Barsabas) dan Silas. Surat yang mereka bawa berbunyi: Dari: Para rasul, penatua, dan saudara-saudara seiman di Yerusalem. Kepada: Saudara-saudara seiman di Antiokhia, Siria, dan Kilikia. Teriring salam kami! Kami dengar bahwa ada beberapa orang percaya dari sini telah menggelisahkan Saudara dan meragukan keselamatan Saudara. Kami tidak menyuruh mereka berbuat demikian. Karena itu, dengan suara bulat kami mengambil keputusan untuk mengutus kepada Saudara dua orang wakil ini secara resmi, bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi. Kedua orang ini, Yudas dan Silas, yang telah mempertaruhkan nyawa demi Tuhan kita Yesus Kristus, akan menguatkan secara lisan apa yang telah kami putuskan mengenai masalah yang Saudara hadapi. Sebab tampak baik kepada Roh Kudus dan kepada kami kalau Saudara tidak dibebani dengan hukum Yahudi, kecuali keharusan menjauhkan diri dari makanan yang sudah dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati tanpa mengeluarkan darah, dan tentu saja dari zina. Cukuplah sudah kalau ini Saudara turuti. Terimalah salam kami. Keempat utusan itu segera berangkat ke Antiokhia, dan di sana mereka menghimpun semua orang Kristen serta menyerahkan surat itu kepada mereka. Pada hari itu seluruh jemaat bersukacita atas surat yang telah mereka baca. Kemudian Yudas dan Silas, kedua-duanya adalah nabi, menyampaikan khotbah yang panjang untuk menguatkan iman mereka. Mereka tinggal beberapa hari lamanya, dan kemudian Yudas dan Silas dilepas pulang ke Yerusalem membawa salam dan pernyataan terima kasih kepada yang telah mengutus mereka. Tetapi Silas memutuskan untuk tinggal di Antiokhia. Paulus dan Barnabas juga tetap tinggal di situ untuk menolong beberapa pengkhotbah dan pengajar yang ada di sana. Beberapa hari kemudian Paulus menyarankan kepada Barnabas supaya mereka kembali dan kunjungi kota-kota tempat mereka sebelumnya memberitakan firman Tuhan, untuk melihat perkembangan orang-orang yang baru percaya di situ. Barnabas setuju dan ia ingin mengajak Yohanes Markus. Tetapi Paulus sama sekali tidak setuju, karena dahulu Yohanes Markus meninggalkan mereka di Pamfilia. Perselisihan mereka mengenai hal ini demikian tajamnya, sehingga mereka berpisah. Barnabas membawa Markus sertanya dan berlayar ke Siprus. Sedangkan Paulus memilih Silas. Dengan disertai doa restu saudara-saudara seiman berangkatlah mereka ke Siria dan Kilikia untuk menguatkan jemaat-jemaat di sana.
Kisah Para Rasul 15:1-41 AMD (Perjanjian Baru: Alkitab Mudah Dibaca)
Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mulai mengajar orang percaya di sana, “Kamu tidak bisa diselamatkan kalau kamu tidak disunat menurut tradisi yang diajarkan oleh Musa.” Tetapi Paulus dan Barnabas menentang ajaran tersebut dan membantah pendapat mereka. Akhirnya, orang percaya yang ada di sana memutuskan untuk mengutus Paulus, Barnabas dan beberapa orang lain ke Yerusalem untuk membicarakan masalah tersebut dengan para rasul dan penatua-penatua. Gereja mengutus mereka pergi ke Yerusalem. Mereka berangkat melalui daerah Fenisia dan Samaria. Di kota-kota itu, Paulus dan Barnabas membagikan berita tentang pertobatan orang-orang bukan Yahudi. Mendengar hal itu semua saudara-saudara seiman yang tinggal di daerah itu sangat bersukacita. Sesampainya di Yerusalem, mereka disambut oleh gereja, para rasul dan penatua-penatua. Mereka juga melaporkan tentang semua hal yang dilakukan Allah melalui mereka. Tetapi beberapa orang percaya di Yerusalem, yang dulunya berasal dari golongan Farisi, berdiri dan berkata, “Orang percaya bukan Yahudi perlu disunat dan mereka harus diajar untuk menaati hukum Taurat Musa!” Lalu para rasul dan penatua berunding untuk membicarakan hal itu. Setelah perdebatan yang panjang, Petrus berdiri dan berkata kepada mereka, “Saudara-saudaraku, aku yakin kamu tahu bahwa Allah telah memilih aku dari antara kamu untuk memberitakan Kabar Baik supaya orang bukan Yahudi dapat mendengarnya dan menjadi percaya. Allah mengenal hati manusia dan menerima orang bukan Yahudi. Ia menunjukkan ini dengan memberikan Roh Kudus kepada mereka sama seperti yang Ia perbuat pada kita. Bagi Allah, mereka tidak ada bedanya dengan kita. Ketika mereka percaya, Allah menyucikan hati mereka. Jadi sekarang, mengapa kamu mencobai Allah dengan membuat beban yang berat kepada mereka? Bukankah kita sendiri maupun leluhur kita tidak sanggup memikul beban itu? Tidak, kita percaya bahwa kita dan mereka hanya diselamatkan oleh anugerah Tuhan Yesus.” Seluruh kelompok di situ terdiam. Mereka mendengar selagi Paulus dan Barnabas menceritakan tentang semua mujizat dan keajaiban yang Allah perbuat melalui orang bukan Yahudi. Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, Yakobus berkata, “Saudara-saudara, dengarkanlah aku! Simon Petrus telah menunjukkan bagaimana pada awalnya Allah menunjukkan perhatian-Nya pada orang bukan Yahudi. Ia melakukan ini dengan menerima mereka dan membuat mereka umat-Nya. Hal ini sesuai dengan perkataan para nabi, seperti yang telah tertulis: ‘Setelah ini, Aku akan kembali. Aku akan membangun kembali rumah Daud. Rumah itu sudah ambruk. Aku akan membangun kembali runtuhannya. Aku akan membuat rumahnya baru. Maka seluruh dunia, orang-orang yang telah Kupilih dari berbagai bangsa, akan mau mengikuti Aku, Tuhan. Inilah yang dikatakan Tuhan, dan Dialah yang melakukan semuanya ini.’ ‘Semua ini telah diketahui sejak permulaan jaman.’ Jadi, menurutku kita seharusnya tidak menyusahkan mereka yang telah berbalik kepada Allah dari antara orang bukan Yahudi. Sebaliknya, kita perlu menulis surat yang memberitahukan mereka tentang hal-hal yang tidak boleh mereka lakukan, yaitu: Jangan makan makanan yang telah diberikan kepada berhala. Ini membuat makanan najis. Jangan melakukan dosa percabulan. Jangan makan daging binatang yang mati dicekik atau daging yang masih ada darahnya. Mereka tidak boleh melakukan hal ini, karena masih ada orang-orang yang mengajarkan hukum Taurat Musa di setiap kota. Dan Hukum Musa sudah dibacakan di rumah-rumah ibadah kita setiap hari Sabat selama bertahun-tahun.” Kemudian para rasul, penatua dan seluruh gereja memutuskan untuk mengutus beberapa orang dari mereka ke Antiokhia bersama Paulus dan Barnabas. Mereka memilih Yudas, yang juga disebut Barnabas dan Silas. Keduanya adalah pemimpin yang dihormati di antara orang percaya. Mereka mengirim surat ini bersama orang-orang tersebut. Surat itu berbunyi: Dari rasul-rasul dan penatua-penatua, saudara-saudara seimanmu. Kepada semua saudara seiman bukan Yahudi di kota Antiokhia, di provinsi Siria dan wilayah Kilikia. Saudara-saudari yang terkasih, Kami telah mendengar bahwa beberapa orang dari kelompok kami mendatangimu. Mereka mengatakan hal-hal yang membingungkan dan menyusahkanmu, padahal kami tidak menyuruh mereka untuk melakukannya. Sebab itu, kami semua sepakat untuk memilih beberapa orang dan mengutus mereka kepadamu. Mereka akan bersama-sama dengan saudara-saudara kita yang terkasih, Barnabas dan Paulus. Kedua orang ini telah mengorbankan hidup mereka untuk melayani Tuhan kita, Yesus Kristus. Jadi, kami telah mengutus Yudas dan Silas bersama mereka untuk memberitahukan hal-hal yang sama kepadamu seperti yang tertulis dalam surat ini. Kami setuju dengan Roh Kudus bahwa kalian tidak perlu dibebani lebih banyak daripada yang seharusnya, kecuali untuk hal-hal yang perlu ini, yaitu: Jangan makan makanan yang telah diberikan kepada berhala. Jangan makan daging binatang yang mati dicekik atau daging yang masih ada darahnya. Jangan lakukan dosa percabulan. Jika kamu menghindari hal-hal ini, kamu akan baik. Sekian dari kami. Lalu Paulus, Barnabas, Yudas dan Silas meninggalkan Yerusalem dan pergi ke kota Antiokhia. Di sana mereka mengumpulkan orang percaya dan menyampaikan surat tersebut. Ketika orang percaya membacanya, mereka semua bersukacita sebab isi surat itu menghibur mereka. Yudas dan Silas, yang juga adalah nabi, menyampaikan banyak hal untuk memberi semangat dan menguatkan keyakinan orang percaya di sana. Setelah Yudas dan Silas tinggal di sana beberapa lama, mereka kembali ke Yerusalem kepada gereja yang mengutus mereka. Mereka pulang dengan berkat damai dari orang-orang percaya. [Tetapi Silas memutuskan untuk tetap tinggal di sana.] Namun, Paulus dan Barnabas tinggal di kota Antiokhia. Keduanya dan banyak orang lainnya mengajar orang lain Kabar Baik tentang Tuhan. Selang beberapa waktu, Paulus berkata kepada Barnabas, “Mari kita pergi kembali ke berbagai kota di mana kita sudah memberitakan kabar Tuhan. Kita mengunjungi mereka untuk melihat kembali keadaan mereka.” Barnabas ingin mengajak Yohanes, yang dipanggil Markus untuk ikut bersama dengan mereka. Tetapi pada perjalanan pertama mereka, Yohanes Markus meninggalkan mereka di Pamfilia sebelum pekerjaan pelayanan selesai. Paulus merasa sebaiknya mereka tidak membawa dia kali ini. Maka terjadilah perselisihan yang tajam antara Paulus dan Barnabas sehingga akhirnya mereka berpisah. Barnabas memutuskan untuk tetap mengajak Markus pergi ke pulau Siprus. Paulus memilih Silas untuk pergi bersamanya. Setelah orang percaya di kota Antiokhia menyerahkan Paulus ke dalam pemeliharaan Tuhan, Paulus pun berangkat. Paulus dan Silas menjelajahi daerah Siria dan Kilikia, menolong jemaat-jemaat bertumbuh lebih kuat.
Kisah Para Rasul 15:1-41 TB (Alkitab Terjemahan Baru)
Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: ”Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan.” Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu. Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka menceriterakan tentang pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ. Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul dan penatua-penatua, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka. Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: ”Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa.” Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu. Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: ”Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya. Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita, dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman. Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri? Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga.” Maka diamlah seluruh umat itu, lalu mereka mendengarkan Paulus dan Barnabas menceriterakan segala tanda dan mujizat yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka di tengah-tengah bangsa-bangsa lain. Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus: ”Hai saudara-saudara, dengarkanlah aku: Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya. Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis: Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, yang telah diketahui dari sejak semula. Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah, tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah. Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat.” Maka rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat itu mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas, yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas. Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu. Kepada mereka diserahkan surat yang bunyinya: ”Salam dari rasul-rasul dan penatua-penatua, dari saudara-saudaramu kepada saudara-saudara di Antiokhia, Siria dan Kilikia yang berasal dari bangsa-bangsa lain. Kami telah mendengar, bahwa ada beberapa orang di antara kami, yang tiada mendapat pesan dari kami, telah menggelisahkan dan menggoyangkan hatimu dengan ajaran mereka. Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi, yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus. Maka kami telah mengutus Yudas dan Silas, yang dengan lisan akan menyampaikan pesan yang tertulis ini juga kepada kamu. Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini: kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat.” Setelah berpamitan, Yudas dan Silas berangkat ke Antiokhia. Di situ mereka memanggil seluruh jemaat berkumpul, lalu menyerahkan surat itu kepada mereka. Setelah membaca surat itu, jemaat bersukacita karena isinya yang menghiburkan. Yudas dan Silas, yang adalah juga nabi, lama menasihati saudara-saudara itu dan menguatkan hati mereka. Dan sesudah beberapa waktu keduanya tinggal di situ, saudara-saudara itu melepas mereka dalam damai untuk kembali kepada mereka yang mengutusnya. [Tetapi Silas memutuskan untuk tinggal di situ.] Paulus dan Barnabas tinggal beberapa lama di Antiokhia. Mereka bersama-sama dengan banyak orang lain mengajar dan memberitakan firman Tuhan. Tetapi beberapa waktu kemudian berkatalah Paulus kepada Barnabas: ”Baiklah kita kembali kepada saudara-saudara kita di setiap kota, di mana kita telah memberitakan firman Tuhan, untuk melihat, bagaimana keadaan mereka.” Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus; tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka. Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus. Tetapi Paulus memilih Silas, dan sesudah diserahkan oleh saudara-saudara itu kepada kasih karunia Tuhan berangkatlah ia mengelilingi Siria dan Kilikia sambil meneguhkan jemaat-jemaat di situ.
Kisah Para Rasul 15:1-41 BIMK (Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini)
Beberapa orang dari Yudea datang ke Antiokhia dan mengajar orang-orang percaya di Antiokhia itu bahwa kalau mereka tidak disunat menurut hukum Musa, mereka tidak bisa diselamatkan. Paulus dan Barnabas menentang keras pendapat orang-orang itu. Akhirnya ditentukan supaya Paulus dan Barnabas dengan beberapa orang lain dari Antiokhia pergi ke Yerusalem untuk membicarakan masalah itu dengan rasul-rasul dan pemimpin-pemimpin di sana. Jemaat di Antiokhia mengantar mereka sampai ke luar kota, kemudian mereka pergi melalui Fenisia dan Samaria. Di sana mereka menceritakan bagaimana orang-orang bukan Yahudi sudah menyerahkan diri kepada Allah. Berita itu sangat menggembirakan orang-orang yang percaya di situ. Ketika mereka sampai di Yerusalem, mereka disambut dengan baik oleh jemaat, dan oleh rasul-rasul serta pemimpin-pemimpin. Lalu mereka menceritakan kepada orang-orang itu tentang semuanya yang sudah dilakukan Allah melalui mereka. Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi yang sudah percaya, berdiri dan berkata, “Orang-orang bangsa lain yang sudah percaya itu harus disunat dan diwajibkan mengikuti hukum Musa.” Lalu rasul-rasul dan pemimpin-pemimpin berkumpul untuk membicarakan masalah itu. Lama sekali mereka bertukar pikiran. Akhirnya Petrus berdiri dan berkata, “Saudara-saudara! Kalian sendiri tahu bahwa beberapa waktu yang lalu Allah memilih saya dari antaramu untuk mengabarkan Kabar Baik itu kepada orang-orang bukan Yahudi, supaya mereka pun mendengar dan percaya. Dan Allah yang mengenal hati manusia sudah menunjukkan bahwa Ia menerima mereka; Ia menunjukkan hal itu dengan memberikan kepada mereka Roh Allah sama seperti yang sudah diberikan-Nya kepada kita juga. Allah tidak membeda-bedakan kita dengan mereka. Ia menyucikan hati mereka, karena mereka percaya. Nah, apa sebab kalian mau melawan Allah sekarang dengan memberi suatu kewajiban yang berat kepada pengikut-pengikut ini, padahal nenek moyang kita dan kita sendiri pun tidak sanggup melaksanakannya? Sebaliknya, kita percaya dan kita diselamatkan karena belas kasihan Tuhan Yesus; begitu juga mereka.” Maka diamlah semua orang yang berkumpul di situ. Kemudian mereka mendengarkan Barnabas dan Paulus menceritakan kembali semua keajaiban dan hal-hal luar biasa yang sudah dilakukan oleh Allah melalui mereka di antara orang-orang bangsa lain yang bukan Yahudi. Sesudah mereka selesai berbicara, Yakobus berkata, “Saudara-saudara! Coba dengarkan saya. Simon baru saja menerangkan bagaimana Allah pada mulanya menunjukkan perhatian-Nya kepada orang-orang bukan Yahudi, dengan maksud memilih dari mereka orang-orang lain yang akan menjadi umat-Nya. Itu cocok dengan yang sudah dinubuatkan oleh nabi-nabi. Sebab ada tertulis begini, ‘Setelah itu Aku akan datang lagi,’ kata Tuhan, ‘Aku akan membangun kembali rumah Daud yang sudah roboh, dan memperbaiki runtuhannya, lalu menegakkannya kembali; supaya semua orang yang sisa itu mencari Tuhan, bersama semua bangsa lain yang bukan Yahudi yang sudah Kupanggil untuk menjadi milik-Ku.’ Begitulah kata Tuhan, yang sudah memberitahukan hal itu sejak dahulu.” “Jadi menurut pendapat saya,” kata Yakobus, “kita tidak boleh menyusahkan orang-orang bukan Yahudi itu yang menyerahkan diri kepada Allah. Tetapi kita harus menulis surat kepada mereka dan menasihati mereka supaya mereka jangan makan makanan najis yang sudah dipersembahkan kepada berhala, atau makan daging binatang yang mati dicekik, atau makan darah. Dan juga supaya mereka menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang cabul. Sebab hukum Musa sudah sejak dahulu dibacakan pada setiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat, dan diberitakan di semua kota.” Rasul-rasul dan pemimpin-pemimpin, bersama-sama dengan seluruh anggota jemaat itu memutuskan untuk memilih beberapa orang dari mereka yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama Paulus dan Barnabas. Maka mereka memilih Silas dan Yudas yang disebut juga Barsabas. Kedua orang ini adalah orang-orang yang terkemuka di antara orang-orang percaya di Yerusalem. Bersama-sama dengan utusan-utusan itu mereka mengirim juga sepucuk surat yang berbunyi sebagai berikut, “Kepada semua saudara-saudara yang berasal dari bangsa-bangsa lain yang bukan Yahudi, yang tinggal di Antiokhia, Siria dan Kilikia. Salam dari kami, rasul-rasul dan pemimpin-pemimpin, yaitu saudara-saudaramu. Kami mendengar ada beberapa orang dari antara kami yang sudah pergi kepada kalian dan mengacaukan serta membingungkan kalian dengan ajaran-ajaran mereka. Padahal kami tidak menyuruh mereka melakukan itu. Itu sebabnya kami sudah berunding dan semuanya setuju untuk memilih beberapa orang dan mengutus mereka kepadamu. Mereka akan pergi bersama-sama dengan Saudara Barnabas dan Paulus yang kami kasihi. Kedua orang ini adalah orang-orang yang sudah mempertaruhkan nyawa mereka karena Tuhan kita Yesus Kristus. Jadi, kami mengutus Yudas dan Silas kepada Saudara-saudara. Merekalah yang akan menyampaikan sendiri secara lisan kepadamu berita yang tertulis dalam surat ini juga. Roh Allah sudah menyetujui -- dan kami juga setuju -- supaya kalian jangan diberi kewajiban-kewajiban yang lebih berat daripada kewajiban-kewajiban yang perlu ini saja: janganlah makan makanan yang sudah dipersembahkan kepada berhala; jangan makan darah, jangan makan daging binatang yang mati dicekik, dan jauhilah perbuatan-perbuatan yang cabul. Kalau kalian menjauhkan diri dari hal-hal itu, kalian sudah melakukan yang baik. Sekian saja, selamat!” Setelah berpamitan, mereka yang diutus itu berangkat ke Antiokhia. Di sana mereka memanggil seluruh anggota jemaat berkumpul lalu menyampaikan surat itu. Ketika anggota-anggota jemaat itu membaca surat itu, mereka senang sekali atas isi surat itu yang menghibur hati mereka. Yudas dan Silas, yang adalah nabi juga, lama berbicara dengan saudara-saudara yang percaya di Antiokhia itu untuk memberi dorongan dan keberanian kepada mereka. Setelah Yudas dan Silas tinggal di sana beberapa lama, orang-orang percaya yang di Antiokhia itu mengirim mereka kembali dan menyuruh mereka menyampaikan salam kepada orang-orang yang mengutus mereka. [ Tetapi Silas memutuskan untuk tetap tinggal di Antiokhia.] Paulus dan Barnabas juga tinggal beberapa lama di Antiokhia. Di sana mereka mengajar dan mengabarkan perkataan Tuhan bersama-sama dengan banyak orang lain. Tidak lama kemudian Paulus berkata kepada Barnabas, “Mari kita kembali mengunjungi saudara-saudara yang percaya kepada Yesus di semua kota-kota di mana kita sudah mengabarkan perkataan Tuhan; supaya kita melihat bagaimana keadaan mereka.” Barnabas ingin membawa Yohanes Markus, tetapi Paulus merasa tidak baik membawa Markus, yang tidak mau bekerja bersama-sama dengan mereka dan meninggalkan mereka di Pamfilia. Maka Paulus dan Barnabas bertengkar keras sehingga akhirnya mereka berpisah: Barnabas mengambil Markus dan berlayar dengan dia ke Siprus. Paulus memilih Silas lalu berangkat dengan dia setelah saudara-saudara yang di Antiokhia itu menyerahkan mereka kepada rahmat Tuhan. Mereka pun mengelilingi Siria dan Kilikia; di sana mereka menguatkan jemaat-jemaat.