Kisah Para Rasul 4:11-30
Kisah Para Rasul 4:11-30 FAYH
sebab Yesus, Mesias itu, adalah orang yang dimaksudkan dalam Kitab Suci ketika dikatakan, “ ‘Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru’. Keselamatan tidak terdapat di dalam seorang pun, kecuali di dalam Dia! Di kolong langit ini tidak ada nama lain yang dapat disebut oleh manusia untuk memperoleh keselamatan.” Mahkamah Agama terkejut melihat keberanian Petrus dan Yohanes membela diri, apalagi karena keduanya jelas orang-orang sederhana tanpa pendidikan khusus dalam Kitab Suci. Dengan cepat menyadari bahwa keduanya adalah pengikut Yesus. Mahkamah Agama tidak dapat membantah penyembuhan yang telah terjadi, karena orang yang telah disembuhkan berdiri di samping kedua rasul itu. Karena itu, mereka menyuruh rasul-rasul itu meninggalkan ruang sidang, lalu mereka pun berundinglah. “Apa yang harus kita lakukan terhadap orang-orang ini?” mereka saling bertanya. “Kita tidak dapat menyangkal bahwa mereka telah melakukan suatu mukjizat yang besar dan semua orang di Yerusalem mengetahuinya. Tetapi barangkali kita dapat melarang mereka menyiarkan propaganda mereka. Kita ancam mereka supaya jangan menyebut lagi nama Yesus di hadapan umum.” Lalu kedua rasul itu disuruh masuk kembali dan diancam supaya mereka jangan berbicara lagi tentang Yesus. Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab, “Silakan Saudara pertimbangkan, apakah kami harus menaati Allah atau menaati Saudara. Kami tidak mungkin berhenti menceritakan apa yang telah kami lihat dan dengar, yaitu apa yang telah dilakukan dan diucapkan oleh Yesus.” Mahkamah Agama mengancam mereka lebih keras lagi, tetapi akhirnya melepaskan mereka, karena tidak tahu hukuman apa yang dapat dijatuhkan tanpa menimbulkan kegoncangan dalam masyarakat; sebab orang memuji dan memuliakan Allah karena mukjizat yang telah terjadi, yaitu penyembuhan orang yang lumpuh selama empat puluh tahun. Segera setelah dibebaskan, Petrus dan Yohanes menemui rasul-rasul yang lain dan menceritakan apa yang telah dikatakan oleh Mahkamah Agama. Kemudian semua pengikut Yesus itu bersehati memanjatkan doa, katanya, “Ya Tuhan, Pencipta langit, bumi, laut, dan segala isinya. Dengan perantaraan Daud, nenek moyang kami dan hamba-Mu, Engkau berfirman melalui Roh Kudus, “ ‘Mengapa bangsa-bangsa memberontak kepada Tuhan dan merencanakan komplotan yang sia-sia terhadap Allah Yang Mahakuasa? Raja-raja di dunia bangkit dan para penguasa bersatu untuk melawan Tuhan dan Mesias-Nya.’ “Itulah yang sekarang sedang terjadi di kota ini. Sebab Raja Herodes, Gubernur Pontius Pilatus serta semua orang Romawi, dan juga umat Israel, bersatu melawan Yesus yang Engkau angkat, Pelayan-Mu yang kudus. Namun mereka hanya memenuhi apa yang Engkau rencanakan dan putuskan dalam kekuasaan-Mu sejak waktu yang lama. Dan sekarang, ya Tuhan, dengarlah bagaimana mereka mengancam kami! Karuniakanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian dalam memberitakan firman-Mu, dan kirimkanlah kuasa penyembuhan-Mu. Kiranya banyak mukjizat dilakukan atas nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus.”








