Kristen Adalah Siapa Saya Dan Atlet Adalah Apa Yang Saya LakukanSampel

Mengakar Identitas Anda di dalam Kristus
Sebelum Kompetisi
Siapakah saya, jika saya bukan seorang atlet? Ini adalah pertanyaan yang menghantui sebagian besar atlet.
Bagi banyak orang, atletik telah membentuk kisah hidup mereka sejak kecil. Peran olahraga bisa menjadi terlalu penting, terutama jika kita meraih kesuksesan. Saya selalu menjadi "gadis cepat" saat tumbuh dewasa. Saya bisa melompat, menangkap ring basket, dan mendapatkan statistik yang luar biasa dalam permainan saya. Berkat kemampuan melempar saya dalam softball, saya bisa bermain sebagai shortstop, catcher, atau deep left field. Saya menekuni senam dan bahkan meraih sabuk hitam Taekwondo. Seperti yang Anda lihat, olahraga adalah bagian besar dalam hidup saya. Namun, "bagian besar" bisa menjadi "bagian terpenting".
Di universitas, kami diberi tahu bahwa kami adalah "atlet mahasiswa". Mereka ingin kami tahu bahwa kami adalah mahasiswa terlebih dahulu dan atlet kedua. Namun, hal itu berdampak tidak langsung pada identitas diri saya. Saya tidak menyadari kekurangan dalam praktik ini sampai saya menjadi atlet profesional. Saya sering menyebut diri saya "atlet Kristen" atau "atlet cepat". Tuhan mulai menyadarkan saya akan identitas yang salah tempat ini.
Kini saya memberi tahu orang-orang bahwa saya seorang "Kristen Atletik". Mungkin terdengar remeh, tetapi menggambarkan diri saya seperti itu telah mengubah pola pikir saya. Kita harus memiliki identitas utama yang didasarkan pada menjadi pengikut Kristus. Dengan begitu, apa pun yang Anda lakukan, identitas Anda tetap kokoh dan tak tergoyahkan. Ketika Anda berhenti menjadi atlet, itu tidak menghentikan jati diri Anda. Anda dapat menjalani peran Anda sebagai orang tua, pebisnis, atau teman di luar dunia atletik. Landasan Anda yang tak tergoyahkan adalah Tuhan dan identitas Anda adalah Kristus, bukan prestasi.
Alkitab mengingatkan kita bahwa nilai kita bukan terletak pada apa yang kita lakukan, melainkan pada siapa kita di dalam Kristus. Kita bukanlah bakat kita. Allah memberikan karunia atletik kita untuk kita kelola. Namun, olahraga seharusnya tidak mendefinisikan siapa kita. Allah memberi kita karunia karena tiga alasan:
- Untuk membawa kemuliaan bagi-Nya. Ketika seorang anak membawakan Anda sebuah karya seni, Anda menyukainya karena mereka melakukannya hanya untuk Anda. Tuhan merasakan hal yang sama ketika kita tampil untuk kemuliaan-Nya, bukan kemuliaan kita.
- Untuk membagikan-Nya kepada orang lain melalui teladan kita di tempat-tempat yang hanya dapat kita kunjungi karena karunia yang telah Dia berikan.
- Untuk membantu kita menikmati hidup. Olahraga seharusnya tidak mengambil alih atau menjadi identitas kita, melainkan harus menjadi anugerah sejati yang membawa sukacita.
Koneksi:
Bagaimana rasanya mempersiapkan diri menghadapi kompetisi, mengingat bahwa nilai diri bukanlah menang atau kalah? Bagaimana pola pikir Anda mungkin berubah jika Anda ingat bahwa Anda dicintai apa pun hasilnya? Ketika hasrat Anda bukan identitas Anda, hasilnya bisa berupa kegembiraan tanpa syarat.
Pertanyaan Aplikasi:
Bagaimana bacaan Alkitab hari ini menantang cara Anda memandang kinerja? Renungkan secara spesifik apa yang ayat-ayat ini katakan tentang karunia dan kenikmatan.
Langkah praktis apa yang dapat Anda ambil untuk mengingatkan diri Anda tentang identitas Anda di dalam Kristus sebelum berkompetisi?
Doa:
Tuhan, bantulah aku untuk mengakarkan jati diriku di dalam-Mu. Ingatkan aku bahwa aku adalah mahakarya-Mu dan nilaiku terjamin di dalam-Mu—bukan pada hasil kerjaku, atau pada bakat-bakatku. Amin.
Firman Tuhan, Alkitab
Tentang Rencana ini

Menjadi atlet memang bagian dari hidup Anda, tetapi itu bukan jati diri Anda. Dalam rencana 5 hari ini, atlet Olimpiade Jordan Gray Eggerth menunjukkan cara mengutamakan kepercayaan Anda kepada Yesus. Jika Anda merasa stres, takut, atau tertekan untuk menjadi sempurna, rencana ini akan menguatkan dan menantang Anda. Anda akan membaca ayat-ayat Alkitab, mendengarkan kisah nyata, dan belajar cara bermain dengan damai dan sukacita. Menang atau kalah, Tuhan sangat mengasihi Anda. Anda lebih dari apa yang Anda lakukan. Biarkan rencana ini membantu Anda semakin dekat dengan Tuhan dan mengenal siapa diri Anda sebenarnya di dalam Dia.
More
Kami mengucapkan terima kasih kepada Athletes In Action yang telah menyediakan rencana ini. Untuk informasi lebih lanjut, silakan mengunjungi: mailchi.mp/dfa667670340/christian_who_am_athlete_do




