Hidup Di Dalam Roh

Hari ke 1 dari 5 • Bacaan hari ini

Renungan

PUJIAN, PENYEMBAHAN DAN DOA YANG MENGUBAHKAN HATI


PENDAHULUAN


Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." 1 Samuel 16:7 


Ketika Samuel diperintahkan Tuhan untuk mengurapi salah satu dari anak Isai untuk menjadi raja, Allah berpesan kepada Samuel untuk tidak melihat paras atau perawakan, sebab Tuhan melihat hati. Dan dari semua anak-anak Isai, Daudlah yang berkenan bagi Tuhan. Mengapa? Karena Tuhan melihat hati Daud, hati yang selalu merindukan hadirat Tuhan. 


Demikian pula Tuhan melihat hati kita. Sekalipun kita sudah menjadi orang percaya adakah kita selalu merindukan hadiratNya? Tuhan Yesus pernah berkata bahwa dari hati orang benar itu akan keluar perbendaharaan atau segala yang baik. Tidak ada seorangpun dapat mengubahkan hati manusia selain Tuhan sendiri. Tuhan juga pernah berkata kepada umat Israel di dalam Yehezkiel 36:26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. 


Ini adalah janji Tuhan juga untuk kita, bahwa Dia sendirilah yang memberikan hati yang baru kepada kita, dan itu pasti bisa kita peroleh. Hati yang baru adalah perubahan, penyempurnaan kehidupan kita, sehingga hari demi hari hidup kita mencerminkan Yesus Kristus. 


Jadi betapa pentingnya hati ini di mata Tuhan.  


PEMBAHASAN


Jika Tuhan ingin memberikan hati yang baru dan terus membaharui kita, lalu apa yang menjadi bagian kita? (Baca 1 Tesalonika 5:17-22).


1. Tetaplah berdoa (ayat 17)


Doa adalah komunikasi dua arah antara kita (umatNya, anakNya, hambaNya) kepada Tuhan atau Bapa. Mengapa disebut dua arah? Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang hidup, Dia dapat mendengarkan kita dan Dia juga dapat berbicara kepada kita. Doa adalah nafas hidup orang percaya, apa yang terjadi jika kita tidak bernafas? Kita akan lemas dan mati. Rohani kita akan lemas, kering dan mati juga jika kita tidak berdoa. Lewat doa maka kita terhubung dengan sumber kehidupan yaitu Bapa disurga. 


Doa bukan saja tentang menyampaikan permohonan kepada Tuhan. Tetapi doa merupakan suatu hubungan keintiman dengan Tuhan, dan ini berbicara tentang penyembahan kita kepada Tuhan. Keintiman juga berbicara tentang rasa haus dan kerinduan kita kepada Tuhan. Jadi jangan buru-buru menyampaikan semua permohonan kita, tetapi masuklah terlebih dahulu dengan membawa korban pujian dan penyembahan. Lewat korban pujian penyembahan kita mengundang hadiratNya.


Jadi hal yang paling penting di dalam doa adalah kita mengalami hadirat Tuhan, sebab hadirat Tuhan akan membaharui hati kita. Diubahkan menjadi seperti Kristus adalah tujuan utama kita di dunia ini, dimana hidup kita akan memuliakan Tuhan. Pikiran, perasaan Kristus ada di dalam kita karena kita intim dan dekat kepadaNya. 


Di dalam keintiman dengan Tuhan, kita akan memperoleh sesuatu yang dahsyat, Mazmur 25:14 TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.  Tidak semua orang bisa memperoleh janji Tuhan atau rahasia ilahi, sebab itu jadilah rumah doa. Doa menjadi gaya hidup kita setiap hari.


2. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu (Ayat 18) 


Disini dikatakan bahwa kita hendaknya mengucap syukur di dalam segala hal. Saudara, jika kita diminta mengucap syukur untuk hal-hal yang baik itu pasti mudah kita lakukan. Tetapi jika kita diminta mengucap syukur untuk perkara yang tidak enak, perkara kesusahan, pada umumnya tentu berat bagi kita untuk melakukannya. Tetapi, karena ini tertulis di Alkitab, apakah kita akan tetap melakukannya? 


Masih ingat kisah bangsa Israel ketika mereka berada di padang gurun? Mereka dengan mudahnya bersungut-sungut dan marah kepada Musa dan kepada Tuhan. Padahal mereka sudah banyak melihat perkara dahsyat yang sudah dilakukan Tuhan. Suatu kali Tuhan Yesus pernah mengajarkan para murid untuk jangan kuatir akan apapun juga dalam hidup ini, Tuhan katakan burung di udara saja Tuhan pelihara terlebih lagi kita anak-anakNya. 


Jika kita tidak bersyukur berarti kita sedang mengeluh atau protes akan keadaan, dan sebenarnya saat itu kita sedang membuka celah untuk roh jahat mencuri damai sejahtera di hati kita. Tetapi sebaliknya ketika kita mengucap syukur maka Tuhan datang memenuhi hati dan pikiran kita dengan damai sejahtera surgawi. Dan di dalam damai sejahtera itu kita memperoleh kekuatan dari Tuhan untuk melewati situasi yang ada dan hikmat dari Tuhan akan turun ke atas kita. 


Saat kita mengucap syukur bukan berarti kita mensyukuri keadaan yang menimpa kita, bukan!! Tetapi kita sedang mengatakan bahwa Tuhan itu tetap baik sekalipun kita berada di tengah situasi tidak baik. Inilah yang dimaksud dengan korban ucapan syukur dan itu menyentuh hati Tuhan.


Sesungguhnya ketika kita mengucap syukur, maka kita sedang membuka pintu berkat dari Tuhan, dan berkat yang paling penting adalah damai sejahtera, sukacita dan hikmat kebenaran dari Roh Kudus. Dan berkat seperti ini tidak ada di dunia, kecuali di dalam Yesus saja.


3. Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan (Ayat 22)


Setiap kita pasti mempunyai masa lalu, dan iblis kadang suka mengungkit masa lalu kita. Mengapa? Karena iblis tidak punya masa depan. Hanya Yesus yang mempunyai masa depan untuk kita. Kalau iblis menggoda kita untuk berbuat jahat, itu semua karena dia tidak ingin kita menerima segala yang terbaik dari Tuhan. 


Ingatlah perkataan Tuhan Yesus bahwa iblis itu pencuri, pembunuh dan pembinasa dan tidak ada kebenaran di dalam dirinya. Ayat ini menekankan kepada kita supaya kita menjauh dari segala kejahatan. Kalau dikatakan segala kejahatan, berarti segala yang tidak berkenan di hadapan Tuhan yaitu segala yang bertentangan dengan Firman Tuhan. 


Yusuf adalah contoh bagaimana dia lari menjauh dari istri Potifar, sebab Yusuf sadar itu adalah kejahatan di mata Tuhan. Sekalipun tidak ada orang yang melihat, tetapi ingatlah bahwa Tuhan itu maha tahu dan maha hadir, dan tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan, bahkan Dia mengetahui isi hati atau niat dalam hati kita. 


Amsal 4:23 katakan, Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Waspadalah supaya yang jahat itu jangan masuk ke dalam hati kita. 


PENUTUP


• Berikanlah waktu kita untuk mendekat kepada Tuhan, jangan terlalu sibuk dengan rutinitas kita. Dengarkanlah suara Tuhan, dengarkanlah FirmanNya, itulah yang menyegarkan dan menguatkan hati kita. Allah itu tidak jauh dari kita anak-anakNya, Dia hanya sejauh doa. 


• Tuhan ijinkan kita melewati badai, lembah kelam dan padang gurun. Tetapi justru lewat situasi ini kita mendekat kepadaNya membawa korban syukur, pujian penyembahan. Maka Tuhan mengubahkan hati kita serta iman kita menjadi semakin bertumbuh dan kuat. 


• Bagikan pengalaman Anda dalam dua point diatas.