Pribadi yang Baru

Hari ke 1 dari 4 • Bacaan hari ini

Renungan

Renovasi “Rumah”


Kita manusia selalu bergerak dan berubah. Kemudian pandemi COVID-19 terjadi, dan membuat banyak orang terbatas dalam bergerak. Tapi, meski harus lebih banyak berada di rumah, kita tetap tidak berhenti bergerak. Banyak orang melakukan perubahan dan merenovasi rumahnya. Mulai dari memperbaiki yang rusak, membuang yang tidak terpakai, merapikan yang berantakan, atau membeli sesuatu yang baru untuk dinikmati di rumah. 


Kalau kita memperhatikan rumah yang menjadi tempat tinggal kita sehari-hari, terlebih lagi kita perlu memperhatikan tubuh kita, yang adalah “rumah” bagi roh kita. Meskipun roh tidak terlihat dari luar, perubahan hidup dimulai dari apa yang ada di "dalam rumah”, bukan di "luar rumah”. Kita hidup dari dalam ke luar; menyerahkan sepenuhnya diri kita kepada Tuhan sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada-Nya. 


Roh kita diperbarui ketika menerima Yesus sebagai Juruselamat dan terhubung kembali dengan Bapa di surga. Sekarang, kita punya kesempatan emas untuk memperbarui hati dan pikiran kita, agar selaras dengan firman Tuhan. Roh Kudus yang tinggal di dalam kita; membuat kita dapat menerima, mengenal, dan memahami firman Tuhan. Kita jadi mampu membedakan mana kehendak Tuhan (dan mana yang bukan) atas kita dan menjalaninya. Kita bisa menjadi pengikut Yesus yang dewasa.


Seperti perubahan dan renovasi yang dilakukan di banyak rumah ketika pandemi, perubahan dan renovasi bisa dilakukan di “rumah” manusia batiniah kita. Kita bisa memperbaiki berbagai pemikiran dan pemahaman yang sebelumnya merusak hidup. Membuang hal-hal yang tidak membawa kebaikan, seperti dendam, amarah yang berlebihan, pahit, maupun sakit hati yang sudah lama kita pegang erat-erat. Merapikan dan menjaga hati yang dulunya berantakan, dengan memegang janji-janji Tuhan. Dan, mendatangkan hal-hal baru, yaitu nilai, kebenaran, dan prinsip firman Tuhan yang menyegarkan jiwa, menguatkan iman, dan memenuhi kita dengan sukacita. 


Renungkan dan Doakan


Apakah Anda merindukan perubahan? Mari mulai dari: tidak lagi membiarkan keadaan dan pengaruh dunia menentukan pikiran, perasaan, dan keputusanmu. Jadikan firman Tuhan seperti kompas, menunjukkan arah setiap waktu untuk Anda ikuti. Berusaha, sambil berdoa dan bersandar kepada Tuhan dalam proses perubahan. 


What Would Jesus Do?”, atau seringkali disingkat menjadi WWJD, bisa menjadi pertanyaan refleksi yang membantu ketika ingin mengubah pemikiran. “Jika Yesus di situasiku saat ini, apa yang akan Dia lakukan?”